Militer Israel Hancurkan Bangunan di Berbagai Wilayah Gaza, Dugaan Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

Demolish

Gaza, Purna Warta – Militer Israel dilaporkan menghancurkan sejumlah bangunan dan infrastruktur sipil di wilayah utara maupun selatan Jalur Gaza, sementara penembakan artileri dan rentetan tembakan senjata berat juga dilaporkan terjadi di berbagai lokasi, menurut sumber-sumber lokal dan para saksi.

Pembongkaran tersebut terjadi pada Selasa di tengah laporan mengenai dugaan pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Berdasarkan keterangan sumber lokal dan para saksi, pasukan Israel melaksanakan tiga operasi pembongkaran berskala besar yang menargetkan rumah-rumah dan bangunan yang masih tersisa di timur laut Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

Operasi tersebut berlangsung bersamaan dengan tembakan intensif dari kendaraan militer Israel. Para saksi juga melaporkan adanya penembakan artileri Israel di wilayah barat laut Rafah, Gaza selatan.

Di Gaza utara, warga melaporkan terdengar ledakan besar akibat operasi penghancuran yang dilakukan Israel di dekat persimpangan Al-Sanafour, kawasan Al-Tuffah, sebelah timur **Gaza City>.

Kendaraan militer Israel juga dilaporkan melepaskan tembakan dalam jumlah besar ke arah kawasan Al-Tuffah dan Shujaiya, sementara warga menyatakan masih terdengar sejumlah ledakan di wilayah yang berada di bawah kendali pasukan Israel.

Operasi penghancuran terbaru ini terjadi ketika militer Israel dilaporkan terus memperluas wilayah yang berada di bawah penguasaannya di beberapa bagian Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut laporan warga setempat, pasukan Israel memindahkan penghalang beton ke arah barat di sepanjang kawasan yang dikenal sebagai “Yellow Line”, sehingga memperluas zona pembatas dan memaksa lebih banyak warga Palestina meninggalkan tempat tinggal mereka.

Pasukan Israel hingga kini tetap ditempatkan di sepanjang zona tersebut, yang berfungsi sebagai kawasan penyangga keamanan di dalam Jalur Gaza dan membatasi akses warga Palestina ke wilayah sekitarnya.

Baik gencatan senjata maupun pembentukan zona penyangga tersebut sebelumnya merupakan bagian dari usulan Amerika Serikat yang bertujuan mengakhiri perang di Jalur Gaza. Namun, menurut laporan ini, rencana tersebut dinilai belum mampu menjamin komitmen penuh seluruh pihak untuk menghentikan konflik, sementara Israel disebut masih menguasai lebih dari 70 persen wilayah Jalur Gaza.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, dugaan pelanggaran gencatan senjata sejak diberlakukan telah menyebabkan 1.045 warga Palestina tewas dan 3.380 orang lainnya terluka, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 173.000 orang mengalami luka-luka di seluruh Jalur Gaza. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *