Israel Tangkap Warga Negara AS atas Dugaan Kontak dengan Intelijen Iran

Israel

Al-Quds, Purna Warta – Seorang warga negara Amerika Serikat ditangkap oleh otoritas Israel atas dugaan menjalin kontak dengan aparat intelijen Iran serta melakukan sejumlah kegiatan pengumpulan informasi yang berkaitan dengan keamanan.

Penangkapan dilakukan pada 9 Juni setelah penyelidikan bersama antara badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, dan Kepolisian Israel terkait dugaan hubungan tersangka dengan aparat intelijen Iran.

Menurut keterangan otoritas Israel, pria berusia sekitar 20-an tahun yang berkewarganegaraan Amerika Serikat tersebut ditahan atas dugaan melakukan aktivitas yang dinilai membahayakan keamanan Israel.

Otoritas Israel menuduh tersangka telah menjalin komunikasi dengan individu yang diidentifikasi sebagai pengendali intelijen Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan tuduhan tersebut, tersangka diduga menerima imbalan untuk melaksanakan sejumlah tugas, termasuk memotret dan mendokumentasikan lokasi-lokasi yang dianggap sensitif di wilayah Israel.

Otoritas Israel juga menyatakan bahwa tersangka tetap menjalin komunikasi dengan pihak yang disebut sebagai pengendali intelijen Iran selama menjalankan berbagai penugasan tersebut dalam kurun waktu yang cukup lama.

Pihak kejaksaan Israel telah mengajukan pernyataan pendahuluan sebelum dakwaan resmi terhadap tersangka diajukan dalam beberapa hari mendatang.

Laporan lain juga menyebutkan adanya sejumlah penyelidikan serupa terkait dugaan upaya perekrutan oleh jaringan yang dikaitkan dengan intelijen Iran.

Dalam salah satu kasus yang diberitakan media Israel, seorang pria berusia sekitar 30-an tahun asal Tel Aviv ditangkap karena diduga menjalin komunikasi dengan pihak yang disebut sebagai aparat intelijen Iran dan melaksanakan sejumlah tugas yang berkaitan dengan keamanan.

Menurut laporan tersebut, tersangka diduga berkomunikasi dengan aparat intelijen Iran dan menjalankan sejumlah misi atas arahan mereka.

Dalam kasus terpisah yang diumumkan pada Mei 2026, jaksa Israel menyatakan akan mendakwa tiga personel militer dan seorang pemukim Israel atas dugaan menjalin hubungan jangka panjang dengan individu yang dikaitkan dengan Iran.

Mereka dituduh memotret berbagai fasilitas militer dan infrastruktur publik, termasuk stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, serta lokasi kamera pengawas.

Menurut otoritas Israel, para tersangka mulai berhubungan dengan pihak yang disebut sebagai aparat intelijen Iran sebelum menjalani dinas militer dan tetap melanjutkan komunikasi tersebut setelah memasuki masa tugas.

Sementara itu, menurut laporan tersebut, aparat intelijen dan penegak hukum Iran juga telah menahan sejumlah orang sejak awal 2026 atas dugaan melakukan kegiatan spionase, khususnya selama konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *