Gaza, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan internasional, Hazem Qassem, juru bicara gerakan perlawanan Palestina Hamas, menegaskan bahwa meskipun terjadi “pelanggaran berulang” oleh rezim Israel, Hamas tetap berkomitmen pada pelaksanaan tahap pertama kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Ia menambahkan bahwa Hamas siap sepenuhnya untuk memasuki tahap kedua kesepakatan.
Baca juga: Seorang Lagi dari Tentara Zionis Bunuh Diri
Terkait kehadiran pasukan internasional di Gaza, Qassem menjelaskan bahwa Hamas tidak menolak hal tersebut, dengan dua syarat utama: pertama, melindungi warga sipil dari serangan rezim Zionis; kedua, menjamin stabilitas dan ketenangan di Jalur Gaza.
Menurutnya, kedua syarat ini penting untuk mencegah berlanjutnya krisis kemanusiaan serta memperkuat proses politik dalam rangka menstabilkan gencatan senjata.
Sehubungan dengan hal ini, harian berbahasa Ibrani Haaretz melaporkan bahwa pejabat di Pusat Koordinasi AS di Kiryat Gat (markas komando pengelolaan Jalur Gaza) telah memberitahu diplomat asing bahwa Amerika Serikat akan segera memperkenalkan anggota komite sementara yang akan mengelola Jalur Gaza.
Washington juga berencana mengumumkan anggota Dewan Perdamaian yang akan mengawasi komite ini dan tahap pelaksanaan rencana Trump. Menurut sumber tersebut, langkah ini akan dilakukan dalam dua minggu ke depan, paling lambat 15 Desember.
Baca juga: Netanyahu: Tidak akan Meninggalkan Dunia Politik Sebagai Imbalan Amnesti
Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan fase kedua rencana Presiden AS Donald Trump untuk masa depan Jalur Gaza.
Komite pengelola Gaza akan terdiri dari teknokrat Palestina yang berasal dari Jalur Gaza dan bertanggung jawab atas administrasi urusan sehari-hari wilayah tersebut. Tugas komite ini akan berlangsung hingga reformasi dalam struktur Otoritas Palestina selesai dilakukan.


