Seorang Lagi dari Tentara Zionis Bunuh Diri

Bunuh diri

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan portal berita Ynet mengabarkan bahwa Nahoray Rafael Barzani, 33 tahun, seorang tentara cadangan unit Duvdan (unit khusus) dari militer Zionis Israel, ditemukan tewas bunuh diri di apartemennya.

Baca juga: Netanyahu: Tidak akan Meninggalkan Dunia Politik Sebagai Imbalan Amnesti

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pihak resmi mencoba menyatakan kematiannya akibat serangan jantung, namun saudara perempuannya mengungkapkan bahwa ia telah lama menderita masalah psikologis berat dan trauma setelah mengalami shock.

Saudara perempuannya menegaskan, meskipun Barzani mengalami gangguan psikologis serius setelah kembali dari perang di Jalur Gaza, tidak ada satu pun pejabat militer yang mau berbicara atau memberikan bantuan padanya.

“Dia menderita trauma psikologis, tetapi bukan dalam bentuk biasa. Bahkan karena takut dipanggil kembali untuk dinas cadangan, dia tidak mencoba meninggalkan tempat itu,” ujar saudara perempuannya.

Harian berbahasa Ibrani Ma’ariv juga mengonfirmasi bahwa tentara tersebut bunuh diri karena tekanan psikologis berat yang timbul dari keterlibatannya dalam operasi militer di Gaza.

Dikatakan dalam surat kabar tersebut, dua bulan sebelumnya, Barzani telah menjalani tiga bulan di luar Israel untuk mendapatkan perawatan akibat gangguan stres pasca-trauma.

Menurut orang-orang dekatnya, dua bulan lalu Barzani menghadiri pemakaman temannya, Roy Shalf, yang juga bunuh diri, dan dalam pemakaman itu ia berkata: “Akhirnya, saya akan bertemu kalian di pemakaman kafir Yona di bawah tanah.”

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kepada rekan-rekannya yang bunuh diri: “Para tawanan kembali dan semua orang gembira bersama mereka, sementara kita, yang terluka, dilupakan di sini. Saya melihat kalian bukan dalam perang luar, tapi dalam perang internal. Kami akan selalu mengingat kalian.”

Surat kabar Ibrani itu menambahkan, sejak dimulainya perang, jumlah tentara yang bunuh diri meningkat sebesar 56 persen.

Baca juga: Netanyahu, Blair Gelar Pertemuan Rahasia Bahas Masa Depan Gaza

Dalam dua tahun terakhir, sekitar 280 tentara melakukan bunuh diri, dan sekitar 35 orang selamat secara ajaib.

Penyedia layanan kesehatan memperingatkan tentang “epidemi diam-diam” yang memengaruhi tentara pendudukan. Para ahli menyebutnya akibat trauma psikologis yang berlangsung lama setelah perang berakhir.

Tingkat masalah ini begitu luas sehingga militer Israel terpaksa menambah jumlah personel kesehatan mental dan jalur telepon untuk merespons situasi tersebut. Namun, dengan lebih dari 17.000 tentara menderita masalah kesehatan mental, kekurangan terapis di Israel, serta beban berat sejak dimulainya perang, laporan menyebut bahwa departemen rehabilitasi militer menyatakan tidak mampu memberikan dukungan yang memadai bagi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *