Gaza, Purna Warta – Ratusan orang melaksanakan salat jenazah dalam sebuah upacara pemakaman massal di Kota Gaza untuk 50 warga Palestina yang jenazahnya baru-baru ini ditemukan oleh tim Pertahanan Sipil dari bawah rumah-rumah yang hancur akibat serangan Israel selama perang genosida di wilayah yang terkepung itu.
Pada Kamis, keluarga dan kerabat para syuhada berkumpul di halaman Kompleks Medis al-Shifa di Kota Gaza untuk mengikuti upacara perpisahan dan persiapan pemakaman di pemakaman kota.
Tim Pertahanan Sipil Gaza berhasil menemukan jasad warga Palestina tersebut lebih dari dua tahun setelah mereka gugur sebagai syuhada.
Hal ini terjadi di tengah tantangan berat yang dihadapi tim Pertahanan Sipil akibat kekurangan akut alat berat, peralatan, pasokan logistik, dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk operasi pencarian dan evakuasi.
Badan Pertahanan Sipil Gaza mengimbau para jurnalis lokal dan internasional, serta organisasi media, untuk menghadiri upacara pemakaman guna mendokumentasikan kekejaman Israel dan menyampaikan kepada seluruh dunia penderitaan keluarga-keluarga Palestina yang kehilangan orang-orang tercinta akibat serangan Israel yang menyasar rumah-rumah dan lingkungan pemukiman.
Sumber-sumber di lapangan melaporkan bahwa para syuhada berasal dari keluarga al-Sawafiri, al-Batniji, dan Karam. Mereka terkubur hidup-hidup setelah langit-langit rumah mereka runtuh akibat serangan Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Kamis bahwa 10 warga Palestina lainnya tewas dan 25 lainnya terluka selama 24 jam terakhir di Jalur Gaza, sehingga jumlah korban tewas akibat genosida Israel di wilayah pesisir yang terkepung itu sejak Oktober 2023 menjadi 73.417 jiwa.
Kementerian tersebut tidak merinci keadaan di balik jatuhnya korban, karena militer Israel terus melanggar gencatan senjata Oktober 2025 melalui tembakan meriam dan senjata api di berbagai bagian wilayah tersebut.
Sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, dengan tim ambulans dan pertahanan sipil masih belum dapat menjangkau mereka, tambah kementerian.
Genosida yang dilakukan Israel di Gaza telah menyebabkan kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah pesisir sempit itu, yang mempengaruhi sekitar 90% infrastrukturnya. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi sekitar $70 miliar.


