Al-Quds, Purna Warta – Sedikitnya empat warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka setelah sekelompok pemukim Israel, yang disebut didukung oleh pasukan militer Israel, melakukan serangkaian serangan di Kota Tal, sebelah barat daya Nablus, di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Baca juga: Yedioth Ahronoth: Israel Terancam Kehilangan Pendukung Terbesarnya di Amerika Serikat
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa selain empat korban tewas, sedikitnya empat orang lainnya mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Warga setempat mengatakan bahwa para pemukim dari permukiman Havat Gilad memasuki Kota Tal pada Jumat dan melepaskan tembakan ketika warga Palestina berusaha menghadang mereka setelah mereka mendekati rumah-rumah penduduk.
Essam Saifi, seorang pejabat lokal dari Fatah di Kota Tal, mengatakan bahwa puluhan pemukim awalnya memasuki bagian timur kota dan berupaya menerobos masuk ke dua rumah warga. Menurutnya, ketika penduduk setempat menghadang mereka, para pemukim kemudian melepaskan tembakan.
Sekitar 30 menit kemudian, lanjut Saifi, para pemukim kembali dan menyerang bagian barat kota. Dalam insiden tersebut, seorang anak dilaporkan dipukul menggunakan sebuah benda. Ia juga menuduh bahwa pasukan Israel kemudian tiba di lokasi dan melepaskan tembakan bersama para pemukim.
Menyusul insiden tersebut, pasukan Israel menutup akses menuju wilayah sekitar Nablus dan Kota Tal sebagai bagian dari operasi keamanan.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa dengan bertambahnya empat korban tersebut, jumlah warga Palestina yang tewas di Tepi Barat sejak awal tahun mencapai 86 orang, termasuk 21 orang yang, menurut kementerian, tewas akibat serangan pemukim Israel.
Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah “pembantaian”. Dalam pernyataannya, kementerian menuduh bahwa otoritas Israel dan para pemukim bertindak secara terkoordinasi. Pihak Israel belum memberikan tanggapan terhadap tuduhan tersebut.
Secara terpisah, otoritas Israel menyatakan bahwa seorang warga Israel yang bertugas sebagai penjaga keamanan di permukiman Havat Gilad tewas dalam sebuah penembakan di kawasan yang sama, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, mengonfirmasi bahwa satu warga Israel tewas dan dua korban luka lainnya dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit.
Baca juga: Negara-Negara Teluk dan Yordania Keluarkan Pernyataan Bersama Mengenai Iran, Irak, dan Yaman
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan menggelar rapat darurat untuk membahas perkembangan situasi keamanan menyusul insiden tersebut.
Sementara itu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyerukan agar militer mengambil tindakan dengan “tangan besi” terhadap Kota Tal dan wilayah sekitarnya, tempat terjadinya penembakan yang menewaskan warga Israel.
Menurut laporan Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah yang dirilis pada 6 Juli 2026, para pemukim Israel melakukan 3.488 serangan selama paruh pertama tahun ini. Serangan-serangan tersebut meliputi penggerebekan desa-desa Palestina, pembakaran rumah, penembakan, penyitaan tanah, serta pendirian pos-pos permukiman baru, yang menurut laporan itu mengakibatkan sedikitnya 17 warga Palestina tewas.
Saat ini diperkirakan sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di 141 permukiman dan 224 pos permukiman di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk sekitar 250.000 orang yang bermukim di Yerusalem Timur.
Sejak Oktober 2023, Tepi Barat mengalami peningkatan signifikan dalam operasi militer Israel dan serangan oleh para pemukim. Berdasarkan statistik resmi Palestina, rangkaian kekerasan tersebut telah mengakibatkan sekitar 1.200 warga Palestina tewas, hampir 13.000 orang terluka, serta sekitar 24.000 warga Palestina ditangkap atau ditahan oleh otoritas Israel. Sementara itu, pemerintah Israel menyatakan bahwa operasi keamanan yang dilakukan di Tepi Barat bertujuan mencegah serangan terhadap warga dan pasukannya serta menjaga keamanan nasional.


