Al-Quds, Purna Warta – Serangan terbaru Israel telah menewaskan sedikitnya dua warga sipil dan melukai sejumlah lainnya di seluruh Jalur Gaza yang diblokade, di tengah pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata.
Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa tembakan Israel menewaskan sedikitnya dua warga Palestina di kawasan Tuffah, Gaza utara, pada Minggu.
Para saksi mata menyatakan bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda yang digunakan untuk menampung warga sipil pengungsi di lingkungan Tuffah, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Menurut media Palestina, pesawat tempur Israel melancarkan empat serangan udara ke wilayah Tuffah sejak Minggu dini hari.
Pasukan Israel juga meledakkan sebuah kendaraan yang telah dipasangi bahan peledak di dekat Pemakaman al-Batsh, di sebelah timur kawasan tersebut, sehingga menimbulkan kerusakan tambahan.
Dalam insiden terpisah di Kota Gaza, sebuah drone Israel sebelumnya melukai empat orang lainnya.
Sumber medis menyatakan bahwa para korban terluka setelah sebuah drone Israel juga menghantam menara komunikasi di Jalan Al-Wehda, yang menampung sejumlah kantor media di pusat Kota Gaza. Empat warga yang melintas di lokasi tersebut mengalami luka-luka.
Sementara itu, di Khan Yunis, lebih dari seratus orang menghadiri pemakaman seorang warga yang tewas akibat serangan drone Israel pada Sabtu.
“Mereka berbohong, tidak ada gencatan senjata,” ujar Fares Erheimat, kerabat korban, saat prosesi pemakaman.
Sebelumnya, pasukan Israel meledakkan sebuah perangkat robotik di dekat Rumah Sakit al-Awda di Gaza utara, yang menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas tersebut serta memicu kebakaran di gudang penyimpanan obat-obatan dan perlengkapan medis, menurut keterangan staf medis.
Rekaman video memperlihatkan asap tebal membumbung dari area tersebut setelah ledakan. Pihak rumah sakit memperingatkan bahwa penargetan berulang di sekitar fasilitas medis semakin mengancam sistem layanan kesehatan Gaza yang telah lumpuh.
Sejak gencatan senjata di Gaza diberlakukan pada 10 Oktober, pasukan Israel dilaporkan telah menewaskan 481 warga Palestina dan melukai 1.313 lainnya, yang menunjukkan pengabaian nyata terhadap ketentuan perjanjian tersebut.
Masuknya bantuan berupa makanan, bahan tempat tinggal, dan pasokan medis ke Gaza terus dibatasi oleh pasukan Israel, sehingga berdampak pada 2,4 juta warga Palestina yang tengah menghadapi kesulitan berat.
Perang genosida yang dimulai pada Oktober 2023 dan berlangsung hampir dua tahun akhirnya berakhir dengan gencatan senjata, dengan korban tewas sedikitnya 71.654 warga Palestina dan 171.391 lainnya mengalami luka-luka.
Perang tersebut menyebabkan kehancuran luas, dengan sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza mengalami kerusakan atau hancur. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.


