Purna Warta – Delapan negara Arab dan Islam mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam meningkatnya tindakan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa serta berlanjutnya kunjungan dan aktivitas para pemukim Israel maupun pejabat pemerintah Israel yang berhaluan garis keras ke kawasan tersebut.D
alam pernyataan bersama itu kedelapan negara juga mengutuk langkah-langkah yang dinilai bertujuan mengubah identitas historis serta status hukum Yerusalem Timur. Mereka menegaskan bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak memiliki dasar hukum menurut hukum internasional dan dianggap melanggar status kawasan yang dipersengketakan.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Kota Yerusalem maupun tempat-tempat suci Islam dan Kristen di kota tersebut. Delapan negara tersebut juga menyatakan bahwa seluruh kawasan Al-Haram Al-Sharif (Kompleks Masjid Al-Aqsa) merupakan tempat ibadah yang dikhususkan bagi umat Islam.
Selain itu, mereka menegaskan kembali bahwa Administrasi Wakaf Yerusalem yang berada di bawah Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania merupakan satu-satunya otoritas yang berwenang mengelola Masjid Al-Aqsa sesuai dengan pengaturan status quo yang telah lama berlaku.
Dalam pernyataan yang sama, kedelapan negara mendesak Israel untuk mencabut pembatasan yang diberlakukan terhadap akses warga Palestina menuju Kota Tua Yerusalem, termasuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka juga menyerukan agar Israel menghormati kebebasan beribadah dan tidak mengambil langkah-langkah yang dapat memicu ketegangan lebih lanjut.
Negara-negara tersebut turut meminta masyarakat internasional mengambil sikap yang lebih tegas guna mendorong Israel menghentikan tindakan yang mereka anggap sebagai pelanggaran terhadap tempat-tempat suci serta hukum internasional. Mereka menekankan pentingnya menjaga status quo di Yerusalem demi mencegah eskalasi konflik dan menjaga stabilitas kawasan.
Ketegangan di sekitar Masjid Al-Aqsa terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama menyusul meningkatnya kunjungan kelompok pemukim Israel yang mendapat pengawalan aparat keamanan.


