Al-Quds, Purna Warta – Seorang tentara Israel tewas dan sedikitnya tiga orang lainnya terluka dalam sebuah penembakan di dekat permukiman Havat Gilad, di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki. Insiden tersebut memicu pengerahan pasukan tambahan Israel serta meningkatnya ketegangan di kawasan sekitar Nablus.
Menurut laporan Al Jazeera, organisasi layanan darurat Israel menyatakan bahwa seorang tentara Israel yang bertugas sebagai penjaga keamanan di permukiman Havat Gilad tewas dalam penembakan yang terjadi di dekat Desa Tel, sebelah barat daya Kota Nablus. Sedikitnya tiga orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Harian Israel Israel Hayom dan sejumlah media Palestina melaporkan bahwa seorang warga Palestina diduga merebut senjata milik penjaga keamanan permukiman sebelum melepaskan tembakan ke arah warga Israel di lokasi. Laporan media menyebutkan antara lima hingga enam orang mengalami luka-luka, termasuk seorang perwira militer Israel, sementara salah satu korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Hingga kini, jumlah korban luka masih berbeda-beda menurut berbagai sumber.
Setelah insiden tersebut, militer Israel menutup seluruh akses masuk menuju Kota Nablus dan mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah tersebut. Militer juga mengumumkan pengepungan terhadap Kota Nablus dan Desa Tel sebagai bagian dari operasi pencarian terhadap pelaku.
Channel 14 Israel melaporkan bahwa militer menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban luka dari lokasi kejadian menuju rumah sakit. Sementara itu, Ketua Dewan Permukiman Israel di wilayah utara Tepi Barat meminta militer mengambil langkah yang lebih tegas menyusul meningkatnya serangan terhadap warga dan permukiman Israel.
Di sisi lain, sejumlah media Palestina melaporkan bahwa setelah penembakan tersebut, sekelompok pemukim Israel melepaskan tembakan ke arah warga Palestina di Desa Tel. Menurut laporan tersebut, insiden itu mengakibatkan sejumlah warga Palestina tewas atau terluka. Hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah korban.
Menanggapi insiden tersebut, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mendesak militer mengambil tindakan keras terhadap setiap desa Palestina yang dianggap menjadi asal pelaku serangan, termasuk wilayah-wilayah di sekitarnya. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah Israel akan terus memberikan perlindungan kepada warga permukiman Havat Gilad.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan di Tepi Barat, yang dalam beberapa bulan terakhir ditandai oleh bertambahnya operasi militer Israel, serangan terhadap warga Israel, serta bentrokan yang melibatkan pemukim Israel dan warga Palestina. Situasi tersebut terus menjadi perhatian komunitas internasional karena berpotensi memperluas konflik di wilayah tersebut.


