Dari Gaza hingga Bab el-Mandeb; Yaman Tantang Persamaan Regional

Gaza bab

Sana’a, Purna Warta – Yaman tidak tinggal diam menghadapi perang kelaparan yang menjerat rakyat Gaza dalam pengepungan mematikan. Dengan mengumumkan dimulainya fase keempat blokade laut terhadap rezim Zionis, Yaman telah mengambil langkah baru di medan pertempuran.

Baca juga: Italia Usir Israel dari Pameran Dagang; Drone Mata-mata Rezim Zionis Ditembak Jatuh di Gaza

Sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina, Angkatan Laut Yaman melakukan pengawasan penuh terhadap lalu lintas maritim. Setiap kapal yang menuju untuk memberikan bantuan kepada atau melakukan perdagangan dengan rezim Zionis akan dijadikan sasaran. Menurut Pars Today mengutip ISNA, rezim Zionis kini diliputi kecemasan setelah pengumuman Angkatan Bersenjata Yaman mengenai dimulainya fase keempat blokade laut. Fase ini menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan pelabuhan Israel atau memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan mereka.

Dalam kerangka operasi fase ini, Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, menyatakan pada Jumat malam bahwa pasukan rudal dan drone Yaman melancarkan operasi militer khusus terhadap target-target rezim Zionis, dan seluruh operasi tersebut berhasil mencapai sasarannya.

Terkait hal ini, Brigadir Jenderal Abdulghani Al-Zubaidi, pakar urusan militer dan strategis, menegaskan dalam wawancara dengan media Al-Ahd bahwa keputusan Sana’a telah membawa konsekuensi langsung terhadap perekonomian dan perdagangan maritim rezim Zionis.

Menurutnya, banyak kapal, karena khawatir terhadap aksi pasukan Yaman, enggan memasuki Selat Bab el-Mandeb, Laut Merah, dan Laut Makran (Samudra Hindia bagian utara). Kondisi ini menyebabkan lonjakan tajam biaya asuransi maritim dan menambah tekanan besar pada perusahaan-perusahaan terkait.

Al-Zubaidi menjelaskan: “Yaman telah menunjukkan keseriusan dan kemampuan dalam melaksanakan keputusannya. Ancaman rezim Zionis untuk menyerang Yaman tidak berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan di Sana’a. Sebaliknya, dukungan rakyat serta kemampuan operasional Yaman semakin memperkuat blokade ini dari hari ke hari.”

Pejabat militer Yaman tersebut menambahkan bahwa Yaman tidak hanya membatasi diri pada ranah ekonomi, tetapi juga memegang keunggulan di bidang militer.

Al-Zubaidi meyakini bahwa fase blokade ini hanyalah sebagian kecil dari kemampuan Yaman, dan jika pembantaian di Gaza berlanjut atau rezim Zionis melakukan aksi militer terhadap Sana’a, maka respons yang jauh lebih keras akan diberikan.

Ia menegaskan: “Yaman belum mengungkapkan banyak kemampuan militer dan politiknya. Musuh menyadari bahwa setiap operasi Yaman membawa pesan tertentu, dan inilah yang membuat mereka sangat khawatir.”

Baca juga: Suatu Hari Sejarah Akan Bertanya: “Di Mana Engkau Berdiri Saat Semua Ketidakadilan Ini Terjadi?”

Sementara Gaza tetap berada dalam kepungan dan dilanda kelaparan, Yaman menunjukkan kemampuannya mengubah dinamika regional dengan memperkuat tekanan ekonomi serta mengancam respons militer yang lebih luas. Tampaknya, seiring berjalannya waktu, peran Yaman dalam konflik kawasan semakin menonjol, dan negara ini bersiap mengungkap “kejutan-kejutan” baru bagi rezim Zionis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *