Ben-Gvir Tetapkan Syarat untuk Bergabung dengan Kabinet Netanyahu Berikutnya

Kabinet

Al-Quds, Purna Warta – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menetapkan syarat bagi partainya untuk bergabung dalam pemerintahan berikutnya yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ben-Gvir menyatakan bahwa partainya tidak akan ikut dalam koalisi pascapemilu apabila penasihat hukum pemerintah saat ini tetap dipertahankan.

Menurut laporan Anadolu, harian Israel Maariv melaporkan bahwa Ben-Gvir telah menyampaikan peringatan kepada Netanyahu mengenai sikap partainya menjelang pembentukan pemerintahan baru setelah pemilu.

Berdasarkan laporan tersebut, Ben-Gvir mengirim surat kepada Netanyahu yang berisi tuntutan agar penasihat hukum kabinet saat ini segera diberhentikan dan digantikan dengan sosok baru. Ia menyatakan bahwa pergantian tersebut merupakan prasyarat bagi partainya untuk bergabung dalam kabinet mendatang. Ben-Gvir juga meminta agar penggantinya merupakan figur yang mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.

Perselisihan ini mencerminkan ketegangan yang terus berkembang di dalam koalisi politik Israel, khususnya terkait hubungan antara pemerintah dan lembaga-lembaga hukum. Dalam beberapa tahun terakhir, Ben-Gvir dan sejumlah tokoh sayap kanan Israel berulang kali mengkritik pejabat hukum negara, termasuk penasihat hukum pemerintah, dengan alasan dinilai menghambat pelaksanaan agenda politik mereka. Sebaliknya, para pendukung independensi lembaga hukum menilai posisi tersebut penting untuk menjaga prinsip supremasi hukum dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa perbedaan pandangan itu semakin mengemuka menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober. Sejumlah pengamat menilai dinamika tersebut mencerminkan semakin tajamnya perpecahan politik di Israel, yang dapat memengaruhi proses pembentukan koalisi pemerintahan setelah pemilu.

Hingga kini, Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuntutan yang disampaikan Ben-Gvir. Hasil pemilu dan proses negosiasi koalisi nantinya akan menjadi faktor penentu apakah Partai Otzma Yehudit yang dipimpin Ben-Gvir akan bergabung dalam pemerintahan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *