Anggota Kongres AS: Apa yang Saya Saksikan di Tepi Barat “Sangat Tidak Manusiawi”

KOngres 1

Washington, Purna Warta –  – Anggota Kongres Amerika Serikat, Ro Khanna, setelah melakukan kunjungan ke Tepi Barat, melontarkan kritik keras terhadap perlakuan tentara dan pemukim Israel. Ia menggambarkan kondisi di wilayah tersebut sebagai “sangat tidak manusiawi”, serta mengungkapkan pengalaman dirinya sempat ditahan oleh pemukim bersenjata, ketimpangan akses warga Palestina terhadap air, dan pembunuhan warga sipil Palestina.

Baca juga: Anggota Kongres AS Mengaku Ditahan Pemukim Bersenjata Israel Saat Kunjungan ke Tepi Barat

Ro Khanna menyatakan bahwa selama kunjungannya ke Tepi Barat ia menyaksikan kondisi yang menurutnya “sangat tidak manusiawi”. Ia juga mengungkapkan bahwa pemukim Israel yang bersenjata sempat menahan dirinya selama beberapa waktu setelah tentara Israel membantu mereka menghentikan kendaraan yang ditumpanginya.

Berdasarkan laporan IRNA, dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X pada Sabtu, Khanna mengatakan bahwa peristiwa tersebut memang menakutkan, namun yang paling membekas baginya adalah kesaksian keluarga-keluarga Palestina dan warga Palestina-Amerika mengenai penderitaan yang mereka alami.

“Apa yang saya lihat sangat mengguncang saya sebagai seorang manusia, bukan sebagai seorang politikus,” ujarnya.

Khanna mengatakan, salah seorang yang ditemuinya adalah seorang ayah yang kehilangan putranya yang berusia 14 tahun, seorang warga negara Amerika Serikat, yang menurutnya tewas akibat ditembak tentara Israel.

Ia menuturkan bahwa sang ayah menangis ketika menjelaskan bahwa kamar putranya tetap dibiarkan seperti semula sejak hari kematiannya.

Anggota Kongres AS tersebut juga menyoroti ketimpangan besar dalam akses terhadap air. Menurutnya, sejumlah keluarga Palestina bahkan tidak memiliki cukup air untuk mencuci pakaian atau menggunakan fasilitas sanitasi, sementara para pemukim Israel yang tinggal di kawasan yang sama memperoleh pasokan air berkali-kali lipat lebih banyak.

Khanna juga mengatakan bahwa di salah satu sekolah yang dikunjunginya, kepala sekolah menyampaikan bahwa seorang murid telah tewas akibat penembakan.

Menurut Khanna, kepala sekolah tersebut menyatakan bahwa hingga kini tidak ada penyelidikan yang dilakukan terkait insiden tersebut, dan baik kepolisian maupun militer Israel belum pernah menghubunginya.

Selain itu, Khanna mengatakan bahwa para pedagang di Kota Al-Khalil (Hebron) mengeluhkan berbagai bentuk pelecehan yang mereka alami dari para pemukim yang tinggal di lantai atas pertokoan mereka. Pelecehan tersebut, menurut pengakuan para pedagang, meliputi pembuangan urin, sayuran busuk, bahkan cairan asam ke arah mereka.

Ia juga menyoroti adanya dua sistem berbeda dalam mobilitas di Tepi Barat. Menurutnya, warga Palestina dan pemukim Israel menggunakan pelat kendaraan yang berbeda serta melewati pos pemeriksaan yang berbeda pula.

Khanna turut menyampaikan kesaksian seorang warga Palestina-Amerika yang mengaku dipukuli oleh petugas di sebuah pos pemeriksaan karena tidak memahami bahasa Ibrani. Menurut kesaksian tersebut, petugas juga mengambil uang miliknya. Pria itu mengatakan bahwa ia telah lama tinggal di luar Palestina sehingga tidak mampu berkomunikasi dengan para petugas.

Baca juga: Sejumlah Tokoh Israel Bereaksi atas Meninggalnya Senator Amerika Serikat yang Dikenal Mendukung Israel

Khanna membandingkan sistem yang berlaku di Tepi Barat dengan sistem segregasi rasial “Jim Crow” yang pernah diterapkan di Amerika Serikat bagian selatan. Ia menegaskan:

“Apa pun pandangan politik Anda, apa yang sedang terjadi di Tepi Barat adalah sesuatu yang tidak manusiawi dan tidak boleh diterima oleh siapa pun.”

Ia juga menegaskan akan menggunakan posisinya sebagai pejabat publik untuk menyampaikan suara warga Palestina dan warga Palestina-Amerika yang menurutnya belum memperoleh ruang yang memadai di panggung politik maupun media Amerika Serikat.

Khanna menambahkan, “Kita harus membela martabat manusia dan menyampaikan kepada dunia apa yang dialami warga Palestina dan warga Palestina-Amerika di Tepi Barat.”

Ia menegaskan bahwa dalam beberapa hari dan pekan mendatang dirinya akan terus mengangkat isu tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *