Teheran, Purna Warta – Pasukan Israel menewaskan sedikitnya 37 warga Palestina di Jalur Gaza pada hari Senin, termasuk anak kembar berusia enam tahun dan seluruh keluarga di Kota Gaza, sementara militer rezim tersebut meningkatkan serangannya terhadap wilayah sipil meskipun ada kekhawatiran internasional atas genosida.
Baca juga: Dua Belas Tentara Pakistan Tewas dalam Penyergapan Militan
Sumber-sumber rumah sakit di Gaza mengatakan 25 orang tewas di Kota Gaza saja setelah pesawat tempur Israel mengebom distrik permukiman.
Di antara korban tewas terdapat anak kembar berusia enam tahun, seorang perempuan penyandang disabilitas, dan beberapa anak-anak.
Setidaknya lima warga Palestina yang menunggu bantuan kemanusiaan ditembak mati di dekat Khan Younis, menurut Kompleks Medis Nasser.
Saksi mata mengatakan pasukan Israel juga mengebom dan menghancurkan Menara al-Ghafri, sebuah gedung tinggi di Kota Gaza, setelah mengeluarkan perintah evakuasi.
Tentara Zionis mengklaim, tanpa bukti, bahwa infrastruktur Hamas terdapat di dalam atau di dekat gedung tersebut.
Israel juga memerintahkan penduduk di daerah sekitarnya, termasuk keluarga pengungsi yang tinggal di tenda-tenda, untuk melarikan diri atau menghadapi serangan.
Al Jazeera melaporkan bahwa militer menyerang al-Mawasi, sebuah wilayah yang sebelumnya dinyatakan Israel sebagai “zona aman,” menewaskan seorang perempuan penyandang disabilitas dan melukai empat lainnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah berulang kali menargetkan gedung-gedung tinggi di Kota Gaza, menuduh Hamas menggunakannya untuk menggusur sebagian besar penduduk kota yang berpenduduk satu juta jiwa itu.
Sumber medis mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 10 warga Palestina, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara terhadap dua rumah di sepanjang Jalan Al-Jalaa.
Di lingkungan al-Rimal, pasukan Israel menyerang sebuah tenda penampungan yang menampung keluarga-keluarga pengungsi, menewaskan enam orang, termasuk tiga anak-anak.
Lima orang lainnya tewas dalam penembakan di sebuah pertemuan warga sipil di daerah al-Karama.
Lebih jauh ke selatan di Khan Younis, tiga orang, termasuk sepasang suami istri, tewas akibat tembakan Israel di al-Mawasi.
Baca juga: Lampaui Nazisme, Israel Hancurkan Gedung Tinggi Lainnya di Kota Gaza
Di Gaza tengah, seorang warga Palestina ditembak mati di kota al-Mughraqa.
Para pejabat kesehatan Gaza mengatakan perang Israel yang sedang berlangsung telah menewaskan hampir 65.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Kehancuran tersebut telah membuat daerah kantong yang terkepung itu berada di ambang kelaparan.
Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya dalam perang tersebut, karena pasukannya terus menargetkan wilayah sipil dengan dukungan militer dan politik AS.


