Gaza, Purna Warta – Serangan udara Israel telah menghancurkan Menara Al-Noor dan tiga sekolah di kamp pengungsi Al-Shati, menurut sumber-sumber lokal. Kantor berita Palestina WAFA mengatakan pada hari Sabtu bahwa serangan udara Israel menghancurkan Menara Al-Noor di Tel al-Hawa, sebuah gedung hunian bertingkat yang menampung keluarga-keluarga pengungsi.
WAFA melaporkan peningkatan pemboman Israel di Gaza utara, dengan serangan terhadap bangunan hunian dan menara di Kota Gaza. Dilaporkan beberapa warga sipil terluka ketika pesawat tempur menghantam sebuah rumah di Jalan Al-Thawra di lingkungan Al-Rimal, sementara pesawat tanpa awak (drone) menargetkan rumah-rumah di dekat Al-Yarmouk. Badan tersebut juga melaporkan kendaraan lapis baja Israel menembaki warga Palestina yang sedang mengantre bantuan kemanusiaan di Gaza tengah.
Sumber medis yang dikutip WAFA mengatakan serangan Israel menewaskan sedikitnya 47 warga Palestina dan melukai 205 lainnya di seluruh Gaza dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menggambarkan tindakan ini sebagai “kejahatan yang melampaui Nazisme,” “pembersihan etnis,” dan bagian dari rencana “pengungsian paksa” untuk membuat Gaza tidak layak huni. Hamas menyerukan kepada komunitas internasional, pemerintah Arab dan Islam, serta opini publik dunia untuk mengambil tindakan guna menghentikan serangan-serangan ini.
Sumber Palestina melaporkan bahwa bom berdaya ledak tinggi digunakan dalam serangan-serangan ini untuk memaksa orang-orang meninggalkan rumah mereka. Menurut sumber resmi, ribuan bangunan tempat tinggal dan tenda-tenda pengungsian telah hancur sejauh ini, dan ratusan ribu orang terpaksa mengungsi. Tentara rezim Israel juga telah menyatakan seluruh Kota Gaza sebagai zona berbahaya yang harus dievakuasi.


