Al-Akhbar: Apakah Rezim Zionis Akan Memasuki Perang Langsung dengan Iran?

Perang Irean

Al-Quds, Purna Warta – Sejumlah sumber media menilai pemindahan besar-besaran skuadron militer Amerika Serikat dari negara-negara kawasan menuju wilayah Rezim Zionis dilakukan dalam rangka menjauhkan aset-aset tersebut dari ancaman drone dan rudal presisi Iran.

Baca juga: Data Terbaru Korban Tewas dan Luka Akibat Serangan Israel di Gaza

Menurut laporan surat kabar Al-Akhbar, kabinet rezim Zionis pada Senin menggelar pertemuan selama sekitar enam jam di tengah meningkatnya agresi rezim tersebut terhadap Iran. Pertemuan itu secara khusus membahas berbagai skenario kemungkinan eskalasi ketegangan.

Dalam pertemuan tersebut juga berlangsung percakapan telepon antara Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.

Saluran televisi Channel 12 Israel, mengutip seorang pejabat Israel, melaporkan bahwa kepentingan Tel Aviv dalam setiap konfrontasi baru “bergantung pada sifat dan tujuan konfrontasi tersebut.”

Pejabat itu menambahkan bahwa Tel Aviv tidak ingin memasuki sebuah pertempuran singkat yang berakhir setelah beberapa hari tanpa mencapai hasil yang menentukan.

Berdasarkan sebuah laporan yang disampaikan kepada jajaran politik Israel, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut belum mengambil keputusan akhir. Namun, kemungkinan perluasan daftar target Amerika Serikat dalam perang ini semakin meningkat.

Korporasi Penyiaran Israel mengutip dua sumber keamanan—satu sumber Israel dan satu sumber Amerika—yang mengklaim bahwa:

“Washington telah menyampaikan kepada Tel Aviv bahwa mereka berencana meningkatkan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang.”

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat pada tahap saat ini masih lebih memilih untuk menjaga rezim Zionis tetap berada di luar lingkaran serangan, guna mencegah respons Iran dan kemungkinan serangan terhadap wilayah pendudukan.

Perpecahan di Kabinet Israel terkait Perang dengan Iran

Kabinet rezim Zionis saat ini mengalami perbedaan pandangan yang tajam terkait kemungkinan keterlibatan langsung dalam perang dengan Iran.

Menteri Keuangan rezim Zionis Bezalel Smotrich berpendapat bahwa:

“Israel saat ini tidak memiliki kepentingan untuk memasuki perang.”

Baca juga: Penulis Zionis: Tel Aviv Menghadapi Akumulasi Kegagalan

Menurutnya, mempertahankan konfrontasi dalam batas operasi terbatas Amerika Serikat serta blokade maritim merupakan “skenario yang paling sesuai bagi Israel.”

Sementara itu, Menteri Pendidikan rezim Zionis Yoav Kisch menyerukan pelancaran serangan besar terhadap fasilitas energi dan infrastruktur Iran. Ia mengklaim bahwa langkah tersebut dapat mempercepat perubahan politik di Iran.

Perbedaan pandangan tersebut mencerminkan perdebatan yang lebih luas di dalam wilayah pendudukan antara dua kelompok: satu pihak yang menyerukan intervensi langsung dalam perang, dan pihak lain yang lebih memilih membatasi peran Israel hanya sebagai pendukung operasi Amerika Serikat.

Penumpukan Peralatan Militer Amerika di Kawasan

Di tengah perkembangan tersebut, peralatan militer Amerika Serikat di kawasan dilaporkan sedang dikonsolidasikan.

Korporasi Penyiaran Israel melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, Amerika Serikat telah memindahkan lebih banyak peralatan dan amunisi dari Eropa serta negara-negara Teluk ke wilayah pendudukan untuk mendukung pesawat-pesawat tempur Amerika.

Dalam langkah tersebut, lebih dari 10 pesawat pengisian bahan bakar dari Eropa dan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dilaporkan telah tiba di wilayah pendudukan.

Sementara sumber-sumber Zionis berusaha menggambarkan pergerakan ini sebagai bagian dari penataan ulang medan perang melawan Iran, terdapat pandangan bahwa militer Amerika Serikat memindahkan peralatan tersebut ke wilayah pendudukan dari negara-negara kawasan sebagai upaya untuk menghindarkan perangkat militer bernilai tinggi miliknya dari serangan rudal Iran.

Kekhawatiran terhadap Penempatan Pesawat Amerika di Israel

Sejumlah sumber militer Zionis melaporkan bahwa pemindahan pesawat-pesawat tersebut ke wilayah pendudukan, dibandingkan dengan keberadaannya di pangkalan-pangkalan negara Teluk, memberikan perlindungan yang lebih besar terhadap aset-aset tersebut.

Namun, sumber-sumber itu juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penempatan pesawat-pesawat tersebut justru dapat meningkatkan risiko bagi Tel Aviv, karena langkah tersebut dapat memberikan alasan bagi Iran untuk menyerang wilayah pendudukan.

Surat kabar Israel Hayom, mengutip seorang sumber keamanan Israel, melaporkan bahwa:

“Pasukan Amerika sebelumnya telah memindahkan sebagian armada militernya dari kawasan Teluk ke Yordania untuk menjauhkan aset tersebut dari jangkauan rudal Iran, tetapi negara itu kemudian menjadi sasaran serangan berat Iran.”

Sumber tersebut menambahkan:

“Kesediaan rezim Zionis untuk menjadi tempat penempatan pesawat dan fasilitas militer Amerika dapat menyebabkan rezim Zionis masuk ke dalam daftar target Iran.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *