Al-Quds, Purna Warta – Rezim Zionis selama sepekan terakhir telah melakukan sedikitnya 1.190 aksi agresi terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat, yang mengakibatkan 6 warga Palestina gugur syahid.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Pusat Informasi Palestina, pusat data Palestina “Mu’thi” mengumumkan bahwa selama pekan lalu, pasukan pendudukan dan para pemukim Zionis telah melakukan 1.190 pelanggaran terhadap hak-hak warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, yang menyebabkan 6 warga Palestina gugur syahid dan puluhan lainnya luka-luka.
Berdasarkan laporan tersebut, Odeh Atef Awawdeh (25 tahun), Aws Hamdi Al-Naasan (13 tahun), dan Jihad Marzouq Abu Naim (35 tahun) dari Provinsi Ramallah dan Al-Bireh, gugur syahid pada 21 April akibat tembakan para pemukim. Selain itu, Mohammad Al-Jaabari (15 tahun) juga gugur syahid pada hari yang sama.
Raja Fadl Owais (47 tahun), yang sebelumnya terluka dalam serangan ke Jenin, juga gugur syahid akibat luka-lukanya yang parah. Sementara itu, Mohammad Ahmad Sweiti (25 tahun) gugur syahid pada 18 April.
Dalam periode yang sama, pasukan pendudukan telah menangkap 103 warga Palestina, melancarkan 175 kali serangan ke kota-kota dan desa-desa, melakukan 26 aksi perusakan properti, memberlakukan 217 pembatasan di pos-pos pemeriksaan, serta menutup 28 kota dan wilayah. Selain itu, 5 rumah tinggal juga dihancurkan.
Laporan tersebut juga mencatat 15 aktivitas pembangunan permukiman, 15 serangan pemukim ke wilayah Palestina, 4 gangguan terhadap proses pendidikan, 203 penggerebekan rumah, 169 penyitaan harta benda, dan 4 serangan terhadap tenaga medis.
Menyusul berlanjutnya tindakan-tindakan ini, seruan di kalangan rakyat Palestina untuk meningkatkan perlawanan dengan segala cara dan membalas agresi pasukan pendudukan serta pemukim Zionis semakin meluas.
Dalam perkembangan terkait, sumber-sumber lokal Palestina hari ini mengumumkan bahwa pasukan tentara Zionis menyerbu berbagai wilayah di Tepi Barat. Menurut sumber-sumber tersebut, tentara Zionis menyerang kota Hajja di timur Qalqilya, Asira Al-Shamaliya di Nablus, dan desa Kafr Abboush di selatan Tulkarm. Dalam penyerbuan ke Asira Al-Shamaliya, tentara Israel memasuki rumah-rumah warga dan menembakkan granat kejut.
Di wilayah barat Tulkarm, desa Kafr Jamal juga menjadi sasaran agresi dan sebuah rumah digeledah. Di desa Al-Mughayyir di timur laut Ramallah, pasukan Israel menyerbu rumah-rumah warga dan menangkap seorang pemuda Palestina.
Dalam lanjutan operasi tersebut, kota Al-Ram di utara Yerusalem Timur dan desa Qibya di sekitar Ramallah juga menyaksikan penyerbuan pasukan Israel. Di kota Nablus, tentara Israel memasuki kota melalui pos pemeriksaan Al-Tur dan menyerbu sejumlah wilayah, termasuk Ras Al-Ain dan Krom Ashour. Dalam operasi tersebut, seorang pemuda ditangkap. Selain itu, pasukan khusus tentara Zionis juga menyerbu kawasan Al-Yasmina di kota tua Nablus.
Sumber-sumber lokal juga melaporkan penangkapan Hashem Mani, seorang mantan tahanan Palestina yang telah dibebaskan, bersama saudara perempuannya saat penyerbuan di kawasan Jalan Al-Sikka di barat Nablus.


