55 Warga Palestina Tewas Saat Israel Mendorong Penahanan Massal di Gaza Selatan

Gaza, Purna Warta  – Pasukan pendudukan Israel meningkatkan serangan brutal mereka di Gaza, menewaskan sedikitnya 55 warga Palestina sejak Rabu dini hari, sementara kemarahan internasional meningkat atas rencana Tel Aviv untuk lakukan penahanan massal warga sipil yang terusir di tempat yang digambarkan para pengamat sebagai “kamp konsentrasi” di Rafah.

Baca juga: Von Der Leyen dari Uni Eropa Berhasil Lolos dari Mosi Tidak Percaya di Parlemen

Militer rezim Israel mengintensifkan serangan udara dan darat di seluruh Jalur Gaza pada hari Rabu, menurut sumber medis yang dikutip oleh Al Jazeera.

Militer Zionis mengklaim unit-unitnya menghancurkan 130 yang disebut “lokasi infrastruktur teroris” di Khan Younis, termasuk terowongan, gudang senjata, dan bangunan yang dipasangi bahan peledak, tanpa memberikan bukti.

Sebagian besar wilayah Khan Younis dan Rafah di dekatnya telah hancur menjadi puing-puing akibat pemboman gencar Israel.

Fase selanjutnya yang dilaporkan Tel Aviv melibatkan penahanan massal ribuan keluarga Palestina ke dalam kamp tertutup di Rafah dengan dalih memisahkan warga sipil dari pejuang Hamas.

Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, mengecam rencana tersebut sebagai pelanggaran berat hukum humaniter.

Ori Goldberg, seorang analis politik Israel, mengatakan, “Merupakan masalah besar bagi Israel untuk membicarakan rencananya mendirikan apa yang sebenarnya merupakan kamp konsentrasi bagi warga Palestina di Gaza selatan, melakukan kejahatan nyata terhadap kemanusiaan berdasarkan hukum humaniter internasional.”

Ia menambahkan bahwa para komandan Israel mengakui bahwa mereka kekurangan sumber daya untuk melaksanakan operasi besar-besaran ini sambil terus melakukan pemboman.

Sementara itu, perundingan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini di Washington gagal menghasilkan terobosan gencatan senjata.

Baca juga: Negara NATO Keluarkan Peringatan Terkait Peningkatan Anggaran Pertahanan

Mitra koalisinya telah bergerak untuk memblokir penarikan pasukan dari Gaza atau pelepasan Koridor Morag di selatan, yang akan memungkinkan Israel mempertahankan cengkeramannya di Rafah dan memajukan skema pengusiran massal.

Sumber-sumber di dalam Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya menyuarakan kemarahan atas optimisme yang direkayasa untuk memojokkan mereka dan menggambarkan mereka tidak mau bernegosiasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *