Al-Quds, Purna Warta – Sebanyak 18 tentara Zionis Israel tewas dalam pertempuran melawan Hizbullah sejak bulan Maret hingga saat ini.
Baca juga: Maariv: Penargetan “Iron Dome” Merupakan Pukulan Berat Terhadap Kredibilitas Pertahanan Israel
Militer rezim Zionis mengakui tewasnya seorang tentaranya dalam serangan drone Hizbullah di wilayah perbatasan Al-Manara.
Dengan tewasnya tentara Zionis Israel tersebut, jumlah tentara rezim itu yang tewas sejak awal bulan Maret—berdasarkan data versi Israel—mencapai 18 orang.
Rezim Zionis secara konsisten menerapkan “sensor sistematis” dalam penyebaran berita dan laporan mengenai korban serta kematian tentaranya.
Publikasi foto atau video apa pun dari lokasi ledakan oleh pemukim atau jurnalis tanpa persetujuan militer dianggap sebagai tindak pidana dan dapat berujung pada penangkapan. Pemblokiran informasi ini menyebabkan “statistik resmi” menjadi satu-satunya sumber yang diizinkan, meskipun para analis independen menilai angka tersebut jauh lebih rendah dibanding kenyataan di lapangan.
Pengalaman dari pertempuran-pertempuran terakhir menunjukkan bahwa banyak “korban tewas” dari militer rezim Israel pada awalnya diumumkan sebagai “terluka parah”, kemudian setelah beberapa hari atau pekan nama mereka baru dimasukkan secara terpisah ke dalam daftar korban tewas guna menghindari pengumuman angka korban secara sekaligus.
Hal ini terjadi sementara gambar-gambar yang dipublikasikan media yang dekat dengan kelompok perlawanan (al-I‘lam al-Harbi) memperlihatkan hantaman langsung proyektil ke lokasi penempatan dan konsentrasi militer, yang dipastikan disertai jatuhnya korban di pihak tentara rezim tersebut.


