Para Demonstran di Seluruh Eropa Kecam Perang Genosida Israel yang Berlangsung di Gaza

Ireland

Dublin, Purna Warta – Ratusan ribu warga Italia dan Spanyol memadati jalan-jalan di Roma, Barcelona, dan Madrid untuk menyatakan penolakan keras mereka terhadap perang genosida militer Israel di Gaza.

Baca juga: Pemimpin Yahudi Inggris Mengecam Undangan Israel kepada ‘Preman Islamofobik’ Tommy Robinson

Aksi protes pada hari Sabtu di hampir seluruh kota besar Spanyol telah direncanakan selama beberapa minggu, sementara demonstrasi di Roma muncul sebagai respons atas kemarahan luas setelah Israel mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan yang berlayar dari Barcelona untuk menembus blokade terhadap wilayah Palestina tersebut.

Menurut kepolisian Roma, sekitar 250.000 orang turut serta, sementara panitia mengklaim jumlah peserta mencapai satu juta, menandai hari kedua berturut-turut demonstrasi besar di Italia. Sehari sebelumnya, Italia menyaksikan lebih dari dua juta orang turun ke jalan dalam aksi mogok nasional selama satu hari untuk mendukung rakyat Palestina di Gaza.

Di Spanyol, pihak berwenang melaporkan 100.000 peserta di Madrid dan 70.000 di pusat kota Barcelona. Namun, panitia menyebutkan jumlah sebenarnya mencapai 400.000 di Madrid dan 300.000 di Barcelona.

Meskipun aksi-aksi tersebut berlangsung damai, beberapa jam setelah demonstrasi resmi di Barcelona berakhir, bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan ratusan orang yang terlibat dalam perusakan toko, menimbulkan kepanikan di kalangan pembeli dan pejalan kaki.

Para aktivis juga menyerukan warga Spanyol untuk berpartisipasi dalam aksi serupa di Valencia, Sevilla, Malaga, dan berbagai kota lainnya.

Demonstrasi yang lebih kecil juga diadakan di Paris, Lisbon, Athena, Skopje (ibu kota Makedonia Utara), London, dan Manchester.

Baca juga: Hamas Tegaskan Komitmen terhadap Implementasi Penuh Tahap Pertama Gencatan Senjata di Gaza

Aksi di Roma, yang melewati jalur di dekat Colosseum, diselenggarakan oleh tiga kelompok pro-Palestina bekerja sama dengan serikat pekerja lokal dan kelompok mahasiswa.

Di Piazza San Giovanni, para demonstran bersorak mendukung Francesca Albanese, warga Italia yang menjabat sebagai Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki dan dikenal sebagai pengkritik keras Israel.

Meskipun panitia meminta peserta hanya membawa bendera Palestina, sejumlah spanduk terlihat memuji kelompok perlawanan Hizbullah dan Hamas. Salah satu spanduk bertuliskan:

“7 Oktober, Hari Perlawanan Palestina,”
merujuk pada serangan mendadak besar-besaran Hamas yang diberi nama Operasi Banjir Al-Aqsa terhadap rezim pendudukan Tel Aviv pada 7 Oktober 2023.

Spanduk besar lainnya bertuliskan:

“Kematian bagi militer Israel.”
Menurut siaran RAI, penyiar publik Italia, sejumlah kelompok juga meneriakkan slogan serupa.

Riccardo Magi, anggota parlemen oposisi sekaligus sekretaris partai tengah-kiri Più Europa (Lebih Banyak Eropa) yang ikut dalam pawai, mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni karena menolak mengakui negara Palestina — berbeda dengan Spanyol, Prancis, Inggris, dan beberapa negara Barat lainnya.

“Meloni tidak bisa terus bersembunyi di balik narasi korban ini. Aksi-aksi ini adalah bentuk spontan dari kemarahan terhadap kelambanan dan keterlibatan pemerintahnya. Ia harus mengakuinya dan mulai bekerja secara diplomatik untuk perdamaian,”
kata Magi kepada media Italia.

Dalam beberapa minggu terakhir, dukungan terhadap rakyat Palestina di Spanyol meningkat pesat, seiring dengan inisiatif diplomatik pemerintahan kiri Spanyol yang semakin keras menentang pemerintahan sayap kanan Benjamin Netanyahu di Israel.

Protes terhadap keikutsertaan tim balap sepeda milik Israel juga berulang kali mengganggu ajang Vuelta a España bulan lalu, sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut kehancuran di Gaza sebagai bentuk “genosida” dan menyerukan pelarangan semua tim Israel dari kompetisi olahraga internasional.

Aksi protes dimulai di Barcelona, ketika massa memenuhi Passeig de Gràcia, jalan utama di pusat kota, sejak sebelum tengah hari. Banyak keluarga ikut serta, mengibarkan bendera Palestina sambil membawa poster bertuliskan:

“Gaza membuatku terluka,”
“Hentikan Genosida,”
“Jangan Ganggu Armada Bantuan.”

Lebih dari 40 warga Spanyol, termasuk mantan wali kota Barcelona, berada di antara 450 aktivis yang ditangkap Israel dari kapal-kapal armada tersebut pekan ini.

Para demonstran berharap aksi mereka akan memicu gelombang protes lebih luas dan menekan para pemimpin Eropa agar mengambil sikap lebih keras terhadap Israel.

María Jesús Parra, 63 tahun, yang datang ke Barcelona setelah menempuh perjalanan satu jam dari kota lain, mengibarkan bendera Palestina sambil berkata:

“Bagaimana mungkin kita menyaksikan genosida secara langsung, setelah apa yang dialami Eropa pada 1940-an? Sekarang tidak ada yang bisa berkata bahwa mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi.”

Di Madrid, para peserta membawa spanduk bertuliskan “Malu” dan “Perang Rasis, Bebaskan Palestina”, sambil meneriakkan slogan “Netanyahu Pembunuh!”

Di Yunani, pihak berwenang memperkirakan aksi protes besar lain akan digelar Minggu untuk menandingi demonstrasi pro-Israel. Kedua acara itu dipisahkan sekitar tiga kilometer, dan polisi akan berjaga untuk menghalangi massa pro-Palestina mendekati kedutaan Israel, seperti yang terjadi sebelumnya.

Sementara itu, ribuan orang turut serta dalam aksi pro-Palestina di Dublin, Irlandia.

Panitia mengatakan protes tersebut menandai “dua tahun genosida di Gaza” dan mendesak pemerintah Irlandia untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel.

Ini merupakan demonstrasi ke-17 yang digelar oleh Kampanye Solidaritas Irlandia–Palestina (IPSC), yang selama dua tahun terakhir secara rutin mengumpulkan puluhan ribu orang di jalanan ibu kota Irlandia.

Pawai pada Sabtu dimulai di Garden of Remembrance di Parnell Square dan berakhir di Leinster House, gedung Parlemen Irlandia, tempat serangkaian pidato disampaikan.

Peserta yang terdiri atas organisasi politik berhaluan kiri dan serikat pekerja mengibarkan bendera Palestina serta membentangkan spanduk bertuliskan solidaritas untuk Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *