Jakarta, Purna Warta – Pemerintah mulai memulangkan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air pada Senin (1/6/2026), usai rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Di tengah proses pemulangan, pemerintah memastikan pergerakan jemaah dari Mina menuju Makkah berlangsung lancar, sementara DPR meminta kualitas pelayanan tetap optimal hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia.
Proses kepulangan bagi jemaah yang mengambil pilihan nafar awal (keluar dari Mina sebelum matahari terbenam pada 12 Dzulhijjah) berlangsung lancar pada Jumat (29/5/2026). Sebanyak 137.565 jemaah dipulangkan secara bertahap ke hotel masing-masing di Makkah.
Koordinator Satuan Operasi Armuzna (Satop Armuzna), Harun Arrasyid Usman, mengatakan kloter pertama diberangkatkan pukul 07.05 WAS dari Markaz 74, sementara kloter terakhir diberangkatkan pukul 16.30 WAS dari Markaz 50. Jumlah jemaah yang mengambil opsi nafar awal mencapai sekitar 68 persen dari total jemaah Indonesia di Mina.
“Kami pastikan semua (jemaah nafar awal) sudah berada di hotel masing-masing,” ujar Harun.
Wakil Satgas Mina, Zaenal Muttaqin, menegaskan bahwa seluruh proses keberangkatan harus selesai sebelum matahari terbenam agar jemaah tetap tercatat sebagai nafar awal. Jika belum keluar dari Mina hingga waktu maghrib, jemaah otomatis harus mengikuti skema nafar tsani (keluar Mina setelah 13 Dzulhijjah).


