Washington, Purna Warta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mempresentasikan proposal perdamaian 20 poin untuk Gaza yang menurutnya akan mengakhiri perang Israel di wilayah tersebut setelah dua tahun genosida.
Baca juga: Komite Urusan Gereja: Israel Hancurkan Kehadiran Kristen di Palestina
Hamas pada Senin menyatakan belum meninjau secara resmi rencana perdamaian Trump terkait gencatan senjata di Gaza, namun poin-poin yang diumumkan disebut sangat dekat dengan visi Israel.
Perang genosida Israel di Gaza, yang berlangsung sejak Oktober 2023, hingga kini telah menewaskan hampir 66.005 warga Palestina dan melukai lebih dari 167.000 orang.
Pembantaian Israel di Gaza terus berlanjut pada Senin ketika Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih untuk membahas prospek penghentian perang.
Trump mengatakan bahwa “kita sudah lebih dari sangat dekat” setelah memaparkan rencananya yang mencakup penghentian segera semua operasi militer di Gaza.
Ia menjelaskan bahwa rencana perdamaian tersebut sebelumnya telah ia presentasikan kepada para pemimpin Muslim dan Arab di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
Trump menyebut rencana itu mencakup pembebasan semua tawanan Israel dalam waktu 48 jam, demiliterisasi Gaza, dan penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Proses ini akan diawasi oleh Board of Peace yang dipimpin oleh para pemimpin dari dunia Arab, Israel, dan AS.
Trump juga menyinggung penolakan jelas perdana menteri Israel terhadap pembentukan negara Palestina.
Ia menegaskan dukungannya penuh terhadap rezim Tel Aviv, sembari menambahkan bahwa ia akan melanjutkan upayanya menjadikan al-Quds yang diduduki sebagai ibu kota Israel.
Trump menyebut hari Senin itu sebagai “hari bersejarah bagi perdamaian.” Netanyahu memuji Trump dan menyatakan dukungannya atas rencana mengakhiri perang di Gaza.
Trump juga mengklaim bahwa ia “mendengar Hamas juga ingin ini diselesaikan.”
Hamas: Rencana Dekat dengan Visi Israel
Pejabat Hamas, Mahmoud Mardawi, mengatakan kelompoknya belum menerima salinan tertulis rencana perdamaian Gaza dari Trump.
Mardawi menyebut rencana itu, yang detailnya telah dirilis media Amerika, sangat dekat dengan visi Israel.
Ia menegaskan ketentuan dalam rencana Trump masih kabur dan tidak memiliki jaminan.
Terkait klaim Trump soal demiliterisasi Gaza, Mardawi menegaskan senjata perlawanan tidak pernah digunakan untuk agresi terhadap siapa pun, melainkan hanya demi kebebasan dan kemerdekaan Palestina.
Mengkritik rencana itu, ia menyebut apa yang terjadi di Washington hanyalah upaya membungkam momentum internasional dan semakin meluasnya pengakuan terhadap negara Palestina.
Baca juga: Serangan Israel Tewaskan lebih dari 77 Warga Palestina di Gaza Sejak Fajar
Mardawi memperingatkan bahwa Hamas tidak akan menerima proposal apa pun yang tidak mencakup hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan perlindungan dari pembantaian.
Jihad Islam: Rencana “Resep Memicu Konflik di Kawasan”
Gerakan Jihad Islam Palestina juga bereaksi terhadap rencana gencatan senjata Gaza yang diumumkan Trump.
Gerakan tersebut menolak proposal gencatan AS-Israel itu sebagai “resep untuk menyalakan api konflik di kawasan.”
Jihad Islam menegaskan bahwa rencana yang diumumkan Trump dan Netanyahu hanyalah kesepakatan AS-Israel yang sepenuhnya mencerminkan posisi Tel Aviv.
Ditambahkan pula, rencana tersebut hanyalah formula untuk melanjutkan agresi terhadap bangsa Palestina.
Gerakan itu menekankan bahwa dengan menerima proposal ini, Israel berupaya memaksakan kepada Palestina apa yang gagal dicapai lewat perang.
Kantor Media Gaza Juga Menolak Rencana Trump
Kantor Media Pemerintah Gaza juga menolak rencana itu, dengan menyatakan bahwa usulan tersebut tidak menawarkan solusi yang adil maupun berkelanjutan.
Kantor itu memperingatkan bahwa rencana tersebut hanya bertujuan melegitimasi pendudukan Israel dan merampas hak nasional, politik, serta hak asasi rakyat Palestina.
Ditegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk mengakhiri genosida adalah dengan menghentikan serangan Israel, mencabut blokade Gaza, menghentikan pemusnahan sistematis terhadap rakyat Palestina, serta menjamin hak mereka untuk hidup merdeka dan mendirikan negara independen.


