Ratusan Musisi Dunia Luncurkan ‘Boikot Kultural’ terhadap Israel

Musisi

Washington, Purna Warta – Lebih dari 400 musisi ternama internasional meluncurkan kampanye boikot, menyerukan agar karya-karya mereka ditarik dari platform streaming Israel sebagai protes terhadap genosida yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

Baca juga: Apakah Israel Perwakilan Yahudi?

Kampanye bertajuk “No Music for Genocide” itu disertai dengan penandatanganan petisi yang menuntut penghapusan lagu-lagu mereka dari platform digital, demikian dilaporkan harian Israel Ha’aretz pada Kamis.

“Budaya memang tidak bisa menghentikan bom sendirian, tetapi budaya dapat membantu menolak penindasan politik, menggeser opini publik menuju keadilan, serta menolak pencucian seni dan normalisasi oleh perusahaan atau negara mana pun yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan,” demikian pernyataan para musisi.

Para peserta meliputi grup musik populer seperti Massive Attack dari Inggris, Primal Scream dari Skotlandia, dan Japanese Breakfast dari Amerika Serikat.
Sementara musisi solo yang ikut serta antara lain penyanyi-penulis lagu asal Amerika Carole King, bintang pop Jepang Rina Sawayama, serta artis Denmark MØ.

Para penggagas kampanye ini juga menargetkan label rekaman besar seperti Sony, Universal, dan Warner untuk turut mendukung gerakan tersebut.

Sejak dimulainya serangan militer brutal Israel pada 7 Oktober 2023, lebih dari 65.200 warga Palestina—sebagian besar perempuan dan anak-anak—tewas akibat kombinasi serangan udara dan darat tanpa henti serta pengepungan hampir total atas wilayah berpenduduk padat itu.

Kampanye ini mencerminkan upaya internasional yang semakin luas untuk mengisolasi rezim Israel atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap lebih dari dua juta penduduk Gaza.

Pada Kamis, juga dilaporkan adanya kampanye global yang digerakkan antara lain oleh mantan pesepakbola ternama dan kelompok suporter, yang mendorong negara-negara untuk memboikot tim sepakbola Israel.

Baca juga:  Iran Tolak Solusi Dua Negara untuk Palestina dan Penjelasan yang Dimaksud dengan Model Satu Negara

Gerakan bertajuk #GameOverIsrael yang diluncurkan pada Selasa itu berupaya menekan negara-negara dengan sejarah sepakbola gemilang, termasuk Inggris, Prancis, Italia, dan Spanyol, agar menangguhkan tim Israel.

Sejumlah aktor dunia terkenal juga telah meluncurkan kampanye serupa, termasuk dengan mengecam rezim Israel di karpet merah dan menolak bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *