Narasi Amos Hochstein tentang “Skenario Terburuk” untuk Mengakhiri Perang Iran

Terburuk

Washington, Purna Warta – Utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, dengan menyatakan bahwa Iran telah membuktikan akan menguasai selat-selat strategis kawasan dalam beberapa tahun mendatang, memaparkan apa yang ia sebut sebagai “skenario terburuk” terkait perundingan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Al Mayadeen, Amos Hochstein, mantan utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, dalam wawancaranya dengan CNN menyatakan bahwa Iran saat ini memegang kendali situasi dan telah membuktikan bahwa dalam tahun-tahun mendatang akan tetap mendominasi jalur-jalur selat strategis di kawasan.

Hochstein menegaskan bahwa isu Selat Hormuz kini telah masuk ke meja perundingan—sebuah isu yang sebelumnya tidak dibahas—karena krisis ini diciptakan oleh perang dan kini menuntut adanya negosiasi.

Ia menambahkan bahwa apabila Washington mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang dan hanya berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz serta isu nuklir, namun tidak membahas program rudal dan program drone Iran, maka hal itu akan menjadi “skenario terburuk” untuk mengakhiri perang ini.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kedaulatan Iran atas negaranya tetap utuh. Selain itu, menurutnya, kemarahan, semangat balas dendam, dan keberanian Iran meningkat sedemikian rupa sehingga negara itu mampu berdiri menghadapi Amerika Serikat sebagai kekuatan militer terbesar di dunia dan juga Israel.

Negosiator senior Amerika itu juga mengungkapkan adanya bahaya nyata terjadinya kembali konflik, karena Iran saat ini memegang kendali situasi dan, terlepas dari adanya blokade Amerika, tetap menguasai selat tersebut.

Hochstein menambahkan bahwa jika penutupan Selat Hormuz terus berlanjut, dampak ekonominya akan semakin memburuk dan pada akhirnya dapat menjadi bencana.

Dalam konteks yang sama, harian Amerika The New York Times melaporkan bahwa perkembangan terbaru menunjukkan Teheran masih menguasai Selat Hormuz, dan hal ini memberinya kemampuan untuk meningkatkan tekanan terhadap ekonomi global.

Surat kabar itu menambahkan bahwa kontrol tersebut memberi Iran pengaruh lebih besar dalam setiap negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *