Musk Klaim Trump Takkan Menang Pilpres 2024 Tanpa Dukungannya

Musk Klaim Trump Takkan Menang Pilpres 2024 Tanpa Dukungannya

Washington D.C., Purna Warta Elon Musk, miliarder asal Amerika dan mantan pejabat pemerintahan, dengan tegas menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak akan memenangkan pemilihan presiden 2024 tanpa dukungannya. Musk mengatakan, tanpa keterlibatannya, Partai Demokrat kini akan menguasai DPR Amerika Serikat. “Tanpa saya, Trump pasti kalah, Demokrat kuasai DPR, dan Senat akan 51-49 untuk Republik,” tulis Musk di platform X, menanggapi pernyataan Trump yang menyebut bisa menang tanpa dukungan Musk.

Baca Juga :Universitas Eropa Putuskan Hubungan Akademik dengan Institusi Israel akibat Perang di Gaza

Perbedaan Sikap soal RUU Pengeluaran Kontroversial
Musk juga menanggapi komentar Trump mengenai RUU pengeluaran kontroversial yang disebut “One Big, Beautiful Bill.” Trump menyatakan Musk telah mengetahui isi RUU tersebut jauh sebelumnya dan baru menolak saat ketentuan tentang mandat kendaraan listrik diumumkan. Namun Musk membantah, mengatakan RUU itu tidak pernah ditunjukkan kepadanya dan disahkan secara cepat di tengah malam sehingga hampir tidak ada anggota Kongres yang sempat membacanya.

Ketegangan antara Trump dan Musk
Meski Trump menyebut hubungannya dengan Musk masih baik, ia mengaku tidak yakin mengenai posisi mereka saat ini. Sebelumnya Musk menyebut RUU tersebut sebagai “kebijakan menjijikkan” dan mendesak legislator untuk membatalkan atau membuat versi baru tanpa menaikkan plafon utang Amerika sebesar 5 triliun dolar. Pengamat politik mencatat adanya ketegangan yang meningkat antara keduanya, meski Musk sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah AS (DOGE) pada Jumat lalu, setelah menjabat sejak Januari.

Baca Juga : Putin Tawarkan Diri Jadi Mediator dalam Negosiasi Nuklir Iran-AS

Kontroversi Biaya dan Dukungan Pemerintah
RUU tersebut mendapat sorotan karena diperkirakan menambah defisit nasional sebesar 2,6 triliun dolar dalam 10 tahun ke depan. Meskipun terdapat insentif pajak populer seperti perpanjangan pemotongan pajak 2017 dan pengurangan pajak sementara untuk tip hingga 2028, RUU ini dikritik karena cakupannya yang luas dan biaya besar. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa Trump menyadari keberatan Musk, namun menegaskan presiden tetap mendukung penuh RUU tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *