Paris, Purna Warta – Prancis mengalami “jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya” akibat gelombang panas yang melanda negara itu, kata Menteri Kesehatan Stephanie Rist pada Sabtu.
“Panas ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memiliki dampak yang tertunda, terutama pada kelompok rentan dan juga pada kelompok usia muda, yang harus dirawat di ruang gawat darurat lima hingga 10 hari setelah gelombang panas terjadi,” kata Rist kepada surat kabar La Tribune, AFP melaporkan.
“Kami melihat indikator bahwa angka kematian kemungkinan besar akan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.”
Pihak berwenang Perancis mengatakan pada hari Kamis bahwa rumah sakit di dan sekitar ibu kota Paris mencapai “titik jenuh”.
Namun menteri tersebut memperingatkan bahwa tekanan terhadap fasilitas rumah sakit yang sudah kewalahan kemungkinan akan terus berlanjut bahkan setelah suhu turun.
Dampak gelombang panas terhadap pasien penyakit kronis “dapat berlangsung selama beberapa minggu”.
“Tetapi memberikan angka yang dapat diandalkan memerlukan waktu. Hanya 60 persen akta kematian yang diterbitkan secara elektronik. Kita harus menunggu sampai akta dalam bentuk kertas masuk,” katanya.
Menteri mengatakan dia kemudian akan mempublikasikan angka-angka tersebut “dengan transparansi penuh” menggunakan “angka yang paling dapat diandalkan”.

