Putin Tawarkan Diri Jadi Mediator dalam Negosiasi Nuklir Iran-AS

Putin Tawarkan Diri Jadi Mediator dalam Negosiasi Nuklir Iran-AS

Moscow, Purna Warta Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang saat ini mengalami kebuntuan. Hal ini dikonfirmasi oleh Kremlin, menyusul percakapan telepon antara Putin dan Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu.

Baca Juga : Trump Minta Bicara dengan Xi, Bahas Sanksi, Taiwan, dan Kunjungan Balasan

Putin disebut menawarkan peran aktif, memanfaatkan hubungan erat Rusia dengan Teheran untuk mendorong tercapainya kesepakatan. Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Rusia memiliki “kemitraan erat” dengan Iran dan siap membantu mendorong kemajuan diplomatik. Ia menambahkan bahwa komunikasi antara ketiga negara—Rusia, Iran, dan AS—masih berlangsung melalui berbagai jalur informal.

Sementara itu, Trump menyebut waktu semakin sempit bagi Iran untuk mengambil keputusan. Ia menyambut tawaran Putin, meski mengkritik Iran karena dianggap “memperlambat proses.”

Namun, di tengah upaya diplomatik tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyed Ali Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan menghentikan program pengayaan uranium. Ia menyebut permintaan AS untuk menghentikan aktivitas tersebut sebagai “bertentangan dengan kepentingan nasional” dan prinsip kemandirian Iran.

Di sisi lain, proposal baru yang ditengahi oleh Oman disebut telah disampaikan kepada Teheran. Proposal ini muncul setelah lima putaran negosiasi tidak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan AS Steve Witkoff.

Menariknya, meskipun secara publik Trump bersikeras menolak pengayaan uranium dalam bentuk apapun, laporan dari Axios mengungkap bahwa proposal terbaru dari tim Trump justru mengizinkan Iran untuk melakukan pengayaan uranium tingkat rendah dalam batas waktu tertentu. Hal ini menimbulkan kontras tajam antara sikap publik dan isi negosiasi tertutup tim Trump.

Baca Juga : Intel Ukraina Diduga Dukung Serangan Teroris di Mali

Kantor Gedung Putih menolak mengomentari isi proposal tersebut, namun tekanan dari pihak konservatif di Washington dan pemerintah Israel terhadap potensi kelonggaran terhadap Iran diperkirakan akan meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *