Washington D.C., Purna Warta – Presiden China Xi Jinping melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis, atas permintaan langsung dari pihak AS, menurut pernyataan Kedutaan Besar China di Washington.
Baca Juga : Intel Ukraina Diduga Dukung Serangan Teroris di Mali
Meski isi percakapan tidak diungkap secara rinci, media resmi China melaporkan bahwa Xi mendesak AS untuk lebih realistis dalam menilai kemajuan hubungan bilateral dan meminta agar sanksi ekonomi terhadap China dicabut. Xi juga menegaskan pentingnya kerja sama di bidang perdagangan, militer, diplomasi, dan penegakan hukum, serta memperingatkan AS agar berhati-hati dalam menangani isu Taiwan.
Xi menyampaikan bahwa setelah pertemuan di Jenewa, China telah melaksanakan kesepakatan dengan sungguh-sungguh, dan ia menuntut AS untuk mengakui kemajuan tersebut serta mencabut “tindakan negatif” terhadap negaranya.
Dalam percakapan tersebut, Xi juga mengundang Trump dan Ibu Negara Melania untuk berkunjung ke China, dan Trump menyatakan kesediaannya. Ia juga berharap Xi beserta Ibu Negara China akan melakukan kunjungan balasan ke AS.
Panggilan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara terkait isu perdagangan, krisis Selat Taiwan, dan pembatasan ekspor mineral penting oleh China. Trump sendiri tengah ditekan oleh para pejabat di Washington untuk bersikap tegas terhadap Beijing, meskipun ada perdebatan di lingkaran dalamnya soal waktu yang tepat untuk meningkatkan tekanan.
Menurut laporan POLITICO, beberapa analis menilai langkah Trump ini justru bisa dibaca sebagai tanda kelemahan oleh Beijing. Sementara itu, China disebut berhati-hati karena gaya Trump yang tak terduga, yang bisa menciptakan momen diplomatik yang memalukan bagi Xi.
Baca Juga : Trump Larang Warga dari 12 Negara Masuk AS Setelah Serangan di Colorado
Di tengah negosiasi perdagangan, kedua negara baru-baru ini menyepakati pengurangan tarif sementara. Namun, kelanjutan implementasinya dinilai lambat, terutama dalam isu penting seperti ekspor mineral dan penanggulangan perdagangan fentanyl.


