Media Axios: Washington akan Menjadi Tuan Rumah Perundingan Israel–Lebanon pada Hari Selasa

Perundingan

Washington, Purna Warta – Di tengah salah satu dari sepuluh syarat Iran untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat—yakni tercapainya gencatan senjata di Lebanon—media Axios melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri AS akan menjadi tuan rumah perundingan langsung antara Israel dan Lebanon di Washington.

Menurut laporan tersebut, Marco Rubio pada hari Selasa akan menjadi tuan rumah pertemuan antara para duta besar Israel dan Lebanon di Washington DC, sebagai langkah awal membuka dialog langsung antara kedua pihak.

Perundingan ini berlangsung di tengah syarat yang diajukan Iran, yang menekankan bahwa gencatan senjata di Lebanon harus menjadi bagian dari setiap proses negosiasi dengan Amerika Serikat, termasuk penghentian serangan Israel terhadap negara tersebut.

Axios, mengutip sumber-sumber yang mengetahui proses tersebut, melaporkan bahwa pembicaraan ini berlangsung di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hezbollah serta operasi darat besar Israel di wilayah selatan Lebanon. Fokus utama pertemuan ini adalah kemungkinan tercapainya gencatan senjata sekaligus kesepakatan damai antara kedua pihak.

Pertemuan ini disebut sebagai tingkat kontak langsung tertinggi antara Israel dan Lebanon sejak tahun 1993.

Selain Rubio, pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk duta besar AS untuk Lebanon, penasihat Departemen Luar Negeri AS, serta duta besar Israel dan Lebanon di Washington.

Axios juga melaporkan bahwa sebelumnya Benjamin Netanyahu menolak usulan pemerintah Lebanon untuk menggelar perundingan langsung. Namun, pekan lalu ia akhirnya menyetujui pertemuan ini di bawah tekanan Donald Trump sebagai langkah awal menuju proses perdamaian.

Meskipun Netanyahu sebelumnya setuju menghentikan serangan terhadap Beirut, operasi darat di wilayah selatan Lebanon, termasuk di kota Bint Jbeil, dilaporkan masih berlanjut.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang mengonfirmasi adanya pembicaraan langsung tersebut menyatakan bahwa dialog ini bertujuan untuk menciptakan kerangka pembahasan mengenai keamanan jangka panjang di perbatasan utara Israel serta mendukung upaya pemerintah Lebanon dalam memulihkan kedaulatan penuh atas wilayahnya.

Pejabat tersebut juga menegaskan bahwa menurut pandangan Washington, Israel sedang berperang dengan Hezbollah, bukan dengan Lebanon sebagai negara, sehingga tidak ada alasan bagi kedua negara bertetangga tersebut untuk tidak melakukan dialog langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *