Al-Quds, Purna Warta – Sumber-sumber media melaporkan bahwa drone milik Hizbullah telah mencapai wilayah Al-Krayot di dekat Haifa, disertai bunyi sirine peringatan yang terdengar terus-menerus dalam waktu lama di kawasan tersebut.
Menurut laporan, serangan dari perlawanan Lebanon terhadap pasukan pendudukan terus berlanjut. Dalam 24 jam terakhir saja, lebih dari 40 operasi yang melibatkan drone, rudal, dan artileri telah dilakukan terhadap posisi Israel.
Hizbullah juga mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan roket ke permukiman Doviv dan Kiryat Shmona. Selain itu, kelompok tersebut menyatakan telah menargetkan pusat konsentrasi pasukan Israel di permukiman Misgav Am menggunakan kombinasi rudal dan drone.
Seorang koresponden RT Arabic melaporkan bahwa drone Hizbullah berhasil mencapai wilayah Al-Krayot di sekitar Haifa, sementara sirene peringatan terus berbunyi selama sekitar 20 menit tanpa henti.
Dalam perkembangan lain, Hizbullah juga mengumumkan serangan terhadap pusat konsentrasi pasukan Israel di permukiman Shomera menggunakan beberapa drone bunuh diri.
Eskalasi serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di front utara Israel. Media Israel melaporkan bahwa sistem pertahanan udara dalam kondisi siaga tinggi setelah meningkatnya frekuensi serangan drone dari Lebanon. Beberapa wilayah di Galilea utara dilaporkan mengalami gangguan aktivitas sehari-hari akibat peringatan keamanan yang terus berulang.
Di sisi lain, para analis militer menilai bahwa penggunaan drone secara intensif oleh Hizbullah menunjukkan perubahan taktik signifikan dalam konflik ini. Drone dinilai lebih sulit dideteksi dan mampu menembus sistem pertahanan dengan biaya yang relatif rendah, sehingga meningkatkan tekanan terhadap sistem keamanan Israel.
Selain itu, laporan juga menyebutkan bahwa otoritas Israel mulai mempertimbangkan langkah-langkah tambahan untuk memperkuat perlindungan wilayah utara, termasuk kemungkinan pengerahan sistem pertahanan baru dan evakuasi terbatas di beberapa daerah yang dianggap rawan.


