Washington, Purna Warta – Sebuah survei baru menemukan bahwa mayoritas yang jelas dari warga Yahudi Amerika Serikat meyakini bahwa tindakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meningkatkan antisemitisme di Amerika Serikat.
Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Mellman Group untuk Jewish Electorate Institute (JEI), sebanyak 56% pemilih Yahudi di Amerika Serikat memiliki pandangan tidak menguntungkan terhadap Netanyahu.
Pandangan tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup tajam berdasarkan afiliasi politik. Di kalangan pemilih Yahudi yang berafiliasi dengan Partai Demokrat, 65% menyatakan kekhawatiran bahwa tindakan Israel di bawah pemerintahan Netanyahu telah meningkatkan antisemitisme dan sentimen anti-Israel di AS. Angka tersebut mencapai 46% di kalangan pemilih independen dan 34% di kalangan pemilih Republik.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 60% responden menginginkan Netanyahu digantikan sebagai kepala pemerintahan Israel, sementara hanya 16% yang mendukung agar ia kembali terpilih.
Publikasi tersebut mencatat bahwa sebagian besar warga Yahudi Amerika tidak mengikuti secara dekat pemilu yang akan berlangsung bulan depan di Israel.
Selain itu, 52% responden mendukung pengurangan atau penghentian sepenuhnya bantuan militer AS senilai 3,3 miliar dolar AS kepada Israel. Dari jumlah tersebut, 17% menginginkan bantuan tersebut dihentikan sepenuhnya, sedangkan 36% menginginkan agar jumlahnya dikurangi.
Dukungan terhadap pengurangan bantuan tersebut mencapai hampir dua pertiga (63%) di kalangan pemilih Yahudi Demokrat. Sebaliknya, 67% pemilih Yahudi Republik dan 65% pemilih independen menentang pengurangan bantuan dan menginginkan agar pendanaan dipertahankan pada tingkat saat ini.
Para pemilih Yahudi masih menunjukkan kecenderungan kuat kepada Partai Demokrat. Dalam pertanyaan mengenai pilihan hipotetis untuk pemilu legislatif Kongres, Demokrat unggul 71% berbanding 23% atas Republik di kalangan pemilih Yahudi.
Pada saat yang sama, 60% responden meyakini bahwa antisemitisme sedang meningkat di Partai Republik, sementara 57% meyakini bahwa antisemitisme juga semakin meningkat di Partai Demokrat.
Survei Mellman Group tersebut dilakukan secara daring pada 25 Agustus hingga 3 September 2026, dengan melibatkan 800 pemilih Yahudi terdaftar di Amerika Serikat. Margin of error untuk keseluruhan sampel adalah ±3,5 poin persentase.


