Washington, Purna Warta – Menurut laporan situs berita Amerika Politico, setelah tewasnya seorang pemuda berusia 37 tahun dari Minneapolis oleh aparat federal pada hari Sabtu, Kongres AS kini bergerak menuju kemungkinan penutupan parsial pekan depan akibat janji senator Demokrat untuk menolak anggaran DHS.
Chuck Schumer, pemimpin Demokrat minoritas di Senat AS, mengumumkan Sabtu malam bahwa partainya tidak akan mendukung paket enam rancangan anggaran yang dijadwalkan dibahas pekan depan selama anggaran federal masih mencakup DHS.
Partai Republik membutuhkan dukungan Demokrat untuk melewati ambang 60 suara guna memajukan rancangan anggaran.
Hingga kini, Kongres AS telah menyetujui anggaran tahunan untuk beberapa lembaga, termasuk Departemen Pertanian, Perdagangan, Dalam Negeri, dan Kehakiman. Namun, anggaran beberapa lembaga besar, termasuk Departemen Pertahanan (Pentagon), belum disahkan.
Anggaran sementara untuk departemen-departemen ini, yang menyumbang lebih dari 75 persen belanja opsional federal, akan berakhir pada tengah malam Jumat.
Seorang asisten Demokrat, yang tidak ingin namanya disebutkan, mengatakan bahwa senator Demokrat akan mengadakan konferensi telepon pada Minggu sore (waktu setempat) untuk membahas langkah selanjutnya. Badai besar yang melanda AS telah memengaruhi pelaksanaan sesi Senat.
Dalam konferensi telepon ini, senator Demokrat akan membahas cara mengelola rancangan anggaran pemerintah yang seharusnya disahkan sebelum 30 Januari 2026 (10 Bahman). Jika anggaran tersebut gagal disahkan, sebagian pemerintah federal akan ditutup sementara.
Setelah laporan penembakan lain di Minneapolis, beberapa senator Demokrat yang sebelumnya berjanji membantu kelancaran anggaran pemerintah menyatakan penolakan mereka terhadap anggaran DHS. Dalam rancangan anggaran Senat, alokasi untuk DHS mencakup anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri dan patroli perbatasan, dua lembaga yang terkait dengan operasi di Minnesota.
Sejak Sabtu pagi (waktu setempat), pengunjuk rasa menentang tindakan kekerasan aparat ICE (Biro Imigrasi dan Bea Cukai AS) melakukan long march di jalan-jalan Minneapolis, meneriakkan slogan seperti “Shame” dan “ICE harus pergi.”
Aksi ini meningkat setelah seorang warga AS berusia 37 tahun ditembak dan tewas oleh aparat federal pada Sabtu pagi.
Departemen Pertahanan AS sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya berencana menempatkan 1.500 personel militer di Minneapolis, Minnesota. Demonstrasi di kota ini pertama kali terjadi setelah penembakan fatal terhadap Rene Nicole Good, seorang perempuan berusia 37 tahun, oleh petugas imigrasi.
Sebelumnya, pemerintah federal AS mengalami penutupan sejak 1 Oktober 2025 akibat kegagalan pengesahan anggaran untuk tahun fiskal 2026. Penutupan tersebut berlangsung selama 43 hari, menjadikannya penutupan terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat.


