Gagal Juara, Madrid Ingin Revolusi Besar-Besaran

Purna Warta Barcelona memastikan gelar La Liga kedua beruntun usai menundukkan Real Madrid 2-0 di El Clasico, Senin 11 Mei 2026 dini hari WIB. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri harapan tipis Madrid untuk menyelamatkan musim yang penuh masalah.

Baca juga: Tiket masih Tersisa, Apakah Event Piala Dunia 2026 Terancam Sepi ?

Bukan sekadar kehilangan gelar, hasil di laga  Spanyol tersebut juga membuka kembali kekacauan internal yang selama beberapa bulan terakhir menghantui Santiago Bernabeu. Ketegangan di ruang ganti, konflik antarpemain, hingga masa depan pelatih kini menjadi sorotan utama.

Situasi semakin rumit karena Madrid menutup musim tanpa trofi besar. Di tengah tekanan yang meningkat, Presiden Florentino Perez mulai mempertimbangkan perubahan besar untuk musim depan.

Kekalahan dari Barcelona terasa sangat menyakitkan bagi Real Madrid karena datang di saat klub membutuhkan kemenangan untuk menjaga harga diri. Barca bahkan memastikan gelar langsung saat menghadapi rival abadinya tersebut.

Dalam sepekan terakhir, suasana internal Madrid disebut sangat panas. Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni dijatuhi denda total 1 juta euro setelah terlibat perkelahian di ruang ganti pada Kamis lalu. Konflik itu disebut bermula sehari sebelumnya.

Ketegangan sebelumnya juga sudah muncul di tempat latihan. Antonio Rudiger dan Alvaro Carreras sempat terlibat perselisihan, sementara Kylian Mbappe dilaporkan bersitegang dengan salah satu staf pelatih menjelang laga melawan Real Betis pada 24 April.

Alvaro Arbeloa berusaha meredam situasi setelah kekalahan dari Barcelona. Namun, posisinya sebagai pelatih memang sudah lama berada dalam tekanan akibat performa tim yang tidak stabil.

Musim sebenarnya dimulai dengan sangat baik bagi Real Madrid di bawah Xabi Alonso. Pelatih asal Spanyol itu datang dari Bayer Leverkusen dan langsung membawa Madrid memenangi 13 dari 14 pertandingan awal musim.

Meski begitu, satu-satunya kekalahan dalam periode itu menjadi sinyal awal masalah besar. Madrid dihajar Atletico Madrid 2-5, pertama kalinya mereka kebobolan lima gol dari rival sekota sejak 1950.

Baca juga: Bruno Menjadi Raja Assist Terbaru di MU dan Liga Inggris

Kemenangan 2-1 atas Barcelona di El Clasico pertama musim ini sempat membuat Madrid unggul lima poin di puncak klasemen. Namun momen tersebut justru menjadi titik balik negatif di dalam ruang ganti.

Sorotan terbesar malam itu adalah reaksi frustrasi Vinicius Junior kepada Alonso setelah ditarik keluar. Menurut laporan internal klub, hubungan antara pemain dan pelatih mulai retak sejak kejadian tersebut.

Vinicius memang meminta maaf kepada Perez, rekan setim, dan fans. Namun, ia disebut tidak meminta maaf langsung kepada Alonso. Situasi itu memperbesar keraguan sejumlah pemain senior terhadap metode kepelatihan sang pelatih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *