Israel Disebut Memajukan Rencana “Penjara Buaya” untuk Mencegah Pelarian Tahanan Palestina

penjara buaya

Al-Quds, Purna Warta – Israel dilaporkan sedang memajukan rencana untuk memasukkan buaya ke area penjara dengan tujuan mencegah tahanan Palestina yang ditahan di fasilitas penahanan Israel melarikan diri.

Baca juga: Israel Dilaporkan Menggelontorkan 50 Juta Dolar AS untuk Kampanye Propaganda di Amerika Serikat

Menurut laporan media pada Sabtu, Menteri Lingkungan Israel pada Rabu menandatangani keputusan yang mengubah klasifikasi buaya Nil dari kategori hewan liar menjadi hewan yang dikategorikan sebagai “dipelihara”, sehingga memungkinkan penggunaannya untuk tujuan keamanan di fasilitas penjara Israel.

Langkah tersebut disebut dilakukan setelah berbulan-bulan tekanan dari Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir.

Pada Kamis, Ben-Gvir menyambut perubahan status tersebut dengan menyatakan bahwa buaya tidak lagi masuk kategori hewan liar, melainkan diklasifikasikan sebagai “hewan liar yang dipelihara.”

Ben-Gvir disebut memiliki rencana untuk menggunakan reptil tersebut dalam pembuatan parit berisi buaya di sekitar sebuah penjara yang menahan warga Palestina.

Rencana itu dibandingkan dengan fasilitas penahanan migran “Alligator Alcatraz” yang pernah dikaitkan dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Florida, meskipun fasilitas tersebut kemudian tidak lagi beroperasi.

Menurut laporan media Israel Walla!, data mengenai tahanan Palestina yang disebut sebagai “narapidana keamanan” menunjukkan bahwa sedikitnya 110 tahanan Palestina meninggal dunia antara Januari 2023 hingga Juni 2025 sejak Ben-Gvir menjabat pada Desember 2022.

Laporan tersebut menyebut angka itu menunjukkan peningkatan tajam dan menjadi rekor tertinggi dibandingkan data yang tersedia dalam beberapa dekade sebelumnya.

Baca juga: Moshe Ya’alon: Kami Terjebak; Tujuan Perang Melawan Iran Tidak Tercapai

Laporan itu juga menyatakan bahwa kondisi tahanan Palestina semakin memburuk sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023 dan meningkatnya operasi penangkapan terhadap warga Palestina.

Menurut Palestine Detainees Studies Center, sekitar 60 persen tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel mengalami penyakit kronis. Sejumlah dari mereka dilaporkan meninggal dunia baik selama masa penahanan maupun tidak lama setelah dibebaskan akibat kondisi kesehatan yang serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *