London, Purna Warta – Ribuan demonstran menggelar aksi di London pada Sabtu untuk menyatakan dukungan kepada Palestina dan mendesak perubahan kebijakan luar negeri Inggris terhadap Israel.
Baca juga: Israel Disebut Memajukan Rencana “Penjara Buaya” untuk Mencegah Pelarian Tahanan Palestina
Aksi yang berlangsung dari Russell Square menuju Downing Street itu digelar hanya beberapa hari sebelum Andy Burnham dijadwalkan resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru.
Para demonstran menyatakan berharap pemerintahan mendatang mengambil arah kebijakan yang berbeda dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
Ismail Patel, Ketua organisasi Friends of Al-Aqsa, mengatakan:
“Andy Burnham akan menjadi perdana menteri pada hari Senin. Ia mengatakan bahwa publik harus menilai dirinya berdasarkan tindakan, bukan kata-kata. Kami berada di sini untuk menyampaikan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup. Kami ingin melihat tindakan nyata.”
Ia juga menambahkan bahwa Burnham perlu mengingat alasan dirinya kini menuju Downing Street adalah karena, menurut para pengunjuk rasa, pendekatan pemerintahan sebelumnya terhadap Israel tidak mendapat dukungan publik yang cukup.
Penyelenggara aksi menyatakan bahwa perdana menteri baru memiliki kesempatan untuk mengubah arah kebijakan luar negeri Inggris, khususnya terkait operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon.
Di antara tuntutan yang disampaikan demonstran adalah:
- Penerapan sanksi terhadap Israel.
- Penghentian ekspor senjata Inggris ke Israel.
- Upaya diplomatik yang lebih kuat untuk mengakhiri perang.
Seorang demonstran juga menyatakan bahwa Inggris sebaiknya tidak terlibat dalam konflik yang lebih luas di kawasan dan memuji keputusan pemerintahan sebelumnya yang tidak ikut serta secara langsung dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca juga: Israel Dilaporkan Menggelontorkan 50 Juta Dolar AS untuk Kampanye Propaganda di Amerika Serikat
Bagi sebagian peserta aksi, demonstrasi tersebut juga menjadi ajang untuk menyerukan agar Inggris menghindari keterlibatan militer lebih lanjut di kawasan Asia Barat (Timur Tengah), serta lebih mengutamakan perlindungan warga sipil dan penegakan hukum internasional.
Para demonstran menegaskan akan terus memberikan tekanan kepada pemerintahan baru agar mengubah kebijakan Inggris terhadap konflik di Gaza dan kawasan sekitarnya, termasuk dengan menjatuhkan sanksi kepada Israel, menghentikan ekspor senjata, dan mendorong berakhirnya perang.


