Benarkah Hubungan Conte dengan Internal Napoli Retak?

Purna Warta – Napoli memasuki fase yang jauh dari kata ideal. Tiga laga tanpa kemenangan memantik kegelisahan besar di ruang ganti, dan tensi yang menguat antara Antonio Conte dengan para pemain membuat situasi Napoli kian mengkhawatirkan.

Baca juga: Rafael Leao Optimis Menjelang Derby Milan, Yakin Raih Tiga Poin Penuh

Dalam tekanan itu, sang pelatih mengambil langkah cepat: mengumpulkan seluruh skuad dalam pertemuan darurat selama satu jam pada Kamis (20/11) waktu setempat.

Pertemuan itu menjadi momen penting bagi Conte untuk menegaskan kembali standar yang ia tuntut sejak hari pertama. Di tengah jadwal padat menuju akhir tahun, Napoli disebut berada dalam fase genting yang harus segera direspons.

Selain membahas kegagalan menang pada tiga laga terakhir, isu krusial lain yang mencuat adalah retaknya suasana ruang ganti.

Ketegangan disebut meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh ketidakpuasan pemain terhadap pendekatan Conte dan respons kerasnya setelah kekalahan dari Bologna.

Antonio Conte dilaporkan mengadakan pertemuan selama satu jam dengan para pemain Napoli pada hari Kamis untuk membahas kesalahan di lapangan dan mendesak para pemain untuk menunjukkan reaksi yang tepat, dimulai dengan pertandingan mendatang melawan Atalanta.

Pertemuan ini digelar di Castel Volturno, bertepatan dengan kembalinya para pemain yang baru selesai menjalani tugas internasional seperti Eljif Elmas, Mathias Olivera, Amir Rrahmani, Rasmus Hojlund, dan Scott McTominay.

Conte ingin semua elemen tim kembali pada frekuensi yang sama sebelum memasuki periode kompetitif yang sangat padat.

Baca juga: Kapadze Mendarat di Indonesia, Negoisasi dengan PSSI ?

Ini juga menjadi pertama kalinya Conte kembali bersama seluruh skuad setelah reaksi kerasnya atas kekalahan 2-0 dari Bologna sebelum jeda internasional.

Laporan Tuttosport menggambarkan bagaimana Conte memulai pertemuan di ruang video, menganalisis detail kesalahan tim: ketidakefisienan di sepertiga akhir, keputusan yang buruk dalam transisi menyerang, serta kerapuhan dalam momen-momen krusial.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *