Purna Warta – Kolesterol salah satu penyakit yang berbahaya jika dibiarkan secara berlarut-larut. Penyakit kolesterol tinggi sering kali diasosiasikan kuat dengan pilihan gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat atau kurangnya aktivitas fisik. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kadar kolesterol yang tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau warisan dari keluarga. Kondisi ini menarik perhatian karena dapat memengaruhi siapa saja, bahkan individu yang telah menerapkan gaya hidup sehat sekalipun.
Baca juga: Hindari Makanan Ini agar Ingatan Tidak Menurun
Memahami Hiperkolesterolemia Familial (FH)
Ya, kadar kolesterol tinggi memang dapat diturunkan secara genetik. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai hiperkolesterolemia familial (FH). FH merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah melonjak sangat tinggi, bahkan sejak seseorang dilahirkan. Pada individu penderita FH, tubuh mengalami kesulitan dalam membuang kolesterol jahat dari aliran darah akibat adanya mutasi gen tertentu.
Baca juga: Inilah Kenapa Bisa Telinga Berdengung setelah Menggunakan Headset
Namun, bagi individu yang memiliki warisan genetik FH, kadar kolesterol cenderung akan tetap tinggi, bahkan jika mereka sudah secara ketat menjalani gaya hidup sehat. Dalam situasi demikian, penanganan mungkin memerlukan konsumsi obat penurun kolesterol dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup. Hal ini berbeda dengan kolesterol yang disebabkan oleh pola makan, yang sering kali dapat dikendalikan secara efektif dengan perubahan diet dan penggunaan obat-obatan untuk sementara waktu.


