Tehran, Purna Warta – Menurut laporan dan analisis yang dimuat oleh sejumlah media regional, pendudukan serta operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah, termasuk Iran, Lebanon, Gaza, Suriah, dan Mesir, disebut sebagai bagian dari proyek yang oleh para pengkritiknya dinamakan “Israel Raya” (Greater Israel). Para pendukung pandangan ini menilai bahwa proyek tersebut berpotensi mengancam negara-negara Arab dan Islam di kawasan.
Kantor berita Mehr dalam sebuah laporan analitis menyebut bahwa para pemimpin Israel dalam beberapa tahun terakhir dinilai berupaya mewujudkan gagasan yang dikenal sebagai “Israel Raya”. Meskipun konsep tersebut telah mengalami berbagai perubahan sejak dikaitkan dengan gagasan-gagasan yang pernah dikemukakan oleh Shimon Peres, laporan itu menyatakan bahwa masih terdapat sejumlah kesamaan mendasar dalam orientasinya.
Menurut analisis tersebut, proyek ini dipandang bertumpu pada dukungan Amerika Serikat terhadap Israel sebagai salah satu pilar utama tatanan geopolitik baru di Timur Tengah.
Dampak yang Diklaim terhadap Kawasan
Surat kabar Rai Al Youm menulis bahwa setiap perubahan besar terhadap peta politik dan geografis kawasan akan memberikan dampak langsung terhadap negara-negara seperti Mesir maupun negara-negara Arab dan Islam lainnya.
Laporan itu berpendapat bahwa apabila proyek semacam ini diwujudkan, masyarakat dan negara-negara Islam akan menghadapi konsekuensi yang besar. Menurut analisis tersebut, sebagian pihak di Washington meyakini bahwa mereka telah berhasil memperluas pengaruhnya di sejumlah negara Arab demi mendukung kepentingan Israel, meskipun langkah tersebut dinilai bertentangan dengan kepentingan jangka panjang banyak negara di kawasan.
Pelaksana dan Pendukung Proyek
Laporan tersebut mengklaim bahwa proyek “Israel Raya” bertujuan memperluas dominasi Israel melalui berbagai cara, termasuk perubahan demografi dan geopolitik kawasan Palestina.
Dalam konteks ini, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu disebut sebagai tokoh yang oleh penulis laporan dianggap memberikan dukungan penting terhadap arah kebijakan tersebut.
Menurut pandangan yang dikemukakan dalam artikel itu, perang Gaza dipandang sebagai salah satu arena utama yang menunjukkan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Penulis berpendapat bahwa dukungan politik dan diplomatik Washington telah membantu Israel menghadapi tekanan internasional terkait operasi militernya di Gaza.
Ancaman terhadap Identitas Regional
Analisis tersebut juga menyatakan bahwa sejak berdirinya Israel, terdapat berbagai upaya untuk membangun aliansi regional yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.
Penulis berargumen bahwa konsep “Israel Raya” berangkat dari asumsi bahwa wilayah yang saat ini dikuasai Israel tidak cukup untuk memenuhi aspirasi sebagian kalangan Zionis. Oleh karena itu, menurut pandangan ini, terdapat kekhawatiran mengenai ambisi teritorial yang dapat berdampak pada negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, Irak, Suriah, dan Lebanon.
Laporan tersebut juga mengaitkan sejumlah gagasan politik mengenai masa depan Palestina dengan perubahan peta geopolitik kawasan yang lebih luas.
Tantangan terhadap Proyek Tersebut
Menurut analisis yang dimuat Mehr, terdapat sejumlah faktor yang dinilai menjadi hambatan bagi terwujudnya proyek tersebut:
- Iran diperkirakan tidak akan menerima perubahan tatanan regional yang dianggap menguntungkan Israel.
- Egypt dan berbagai negara Arab lainnya disebut berupaya menolak proyek tersebut sambil tetap menjaga hubungan strategis dengan Amerika Serikat.
- Masyarakat di sejumlah negara seperti Mesir, Kuwait, Suriah, Arab Saudi, Lebanon, dan Yordania diperkirakan akan menentang setiap upaya yang dianggap mengancam kedaulatan wilayah mereka.
- Kalangan intelektual dan elite politik Arab yang menolak proyek tersebut dipandang akan terus berupaya menghambat implementasinya.
- Mesir disebut memiliki faktor demografi dan sumber daya manusia yang dianggap dapat menjadi penyeimbang terhadap perubahan geopolitik kawasan.
- Kelompok-kelompok perlawanan di kawasan tetap dipandang oleh penulis sebagai tantangan utama terhadap kebijakan Israel.
- Meskipun beberapa pemerintah Arab telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, artikel tersebut berpendapat bahwa masyarakat Arab secara umum tidak akan menerima perubahan identitas kawasan yang mendasar.


