Radio Angkatan Darat Israel: Pasukan Cadangan Militer Israel di Ambang “Keruntuhan”

Angkatan Darat

Al-Quds, Purna Warta – Sistem pasukan cadangan militer Israel berada di ambang keruntuhan, dengan sejumlah unit tempur menghadapi kekurangan serius dalam hal personel dan tank yang siap operasional. Hal tersebut dilaporkan oleh Radio Angkatan Darat Israel (Army Radio), meskipun militer Israel selama ini menggambarkan formasi pasukan cadangannya berada dalam kondisi penuh dan siap tempur.

Dalam laporan dengan judul “Peringatan Angkatan Darat tentang Keruntuhan Pasukan Cadangan”, Radio Angkatan Darat Israel menyebutkan bahwa brigade dan batalion cadangan saat ini beroperasi jauh di bawah jumlah personel yang ditetapkan. Para komandan lapangan menyampaikan adanya kekurangan luas dalam jumlah prajurit maupun peralatan militer.

Sebuah brigade lapis baja cadangan baru-baru ini dikerahkan ke sektor operasi penting di Lebanon. Namun, para komandan dan prajurit kepada stasiun tersebut mengatakan bahwa unit itu “jauh dari brigade penuh”, dengan jumlah pasukan, tank, dan kendaraan militer yang jauh lebih sedikit dibandingkan kebutuhan standar.

Menurut laporan tersebut, banyak tank mengalami kerusakan selama pertempuran di Lebanon selatan dan masih tidak dapat digunakan karena membutuhkan proses perbaikan yang panjang. Kondisi ini memaksa sejumlah kompi lapis baja cadangan beroperasi dengan jumlah peralatan yang terbatas.

Seorang komandan cadangan yang tidak disebutkan namanya dikutip mengatakan:

“Unit-unit cadangan saat ini kosong. Sebuah batalion bukan lagi batalion penuh, dan sebuah kompi tidak benar-benar seperti sebuah kompi.”

Ia menambahkan:

“Masyarakat dan para pengambil keputusan mendengar tentang brigade penuh yang berada di Lebanon, tetapi kenyataannya formasi tersebut jauh lebih kecil. Jumlah prajurit, tank, dan kendaraan jauh lebih rendah.”

Komandan tersebut memperingatkan bahwa sejumlah unit cadangan telah mencapai kondisi “keruntuhan efektif.”

Radio Angkatan Darat Israel juga menyoroti kasus sebuah kompi cadangan yang baru saja menyelesaikan misi operasional di Lebanon dengan hanya menyisakan satu perwira.

Menurut laporan itu, komandan kompi tersebut telah diberhentikan dari tugasnya, tidak ada wakil komandan maupun perwira senior bintara, dan unit tersebut beroperasi tanpa rantai komando yang berfungsi.

Laporan tersebut muncul ketika militer Israel menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya biaya perang. Kenaikan pengeluaran militer menyebabkan defisit anggaran yang diperkirakan mencapai miliaran dolar.

Tekanan finansial tersebut memicu perbedaan pendapat antara kementerian pertahanan dan kementerian keuangan Israel terkait besaran anggaran militer. Militer Israel disebut meminta peningkatan pendanaan dalam jumlah besar untuk mempertahankan operasi di berbagai front, sementara Kementerian Keuangan mendorong pengurangan ketergantungan terhadap pasukan cadangan dan pemangkasan biaya operasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *