Warga Irak Rayakan Kemenangan Iran, Kelompok Perlawanan Berkomitmen pada Gencatan Senjata

Iraqi1

Baghdad, Purna Warta – Puluhan ribu warga Irak berkumpul di berbagai kota besar untuk merayakan kemenangan Iran atas agresi Amerika Serikat dan Israel, beberapa jam setelah Amerika menyetujui syarat-syarat gencatan senjata yang diajukan oleh Teheran.

Aksi terbesar pada Rabu berlangsung di Lapangan al-Tahrir di Baghdad, di mana para demonstran menyatakan dukungan mereka terhadap Poros Perlawanan dan menandai kesepakatan tersebut sebagai kemenangan bagi perjuangan mereka.

Massa mengibarkan bendera Iran, Hezbollah, dan berbagai kelompok perlawanan lainnya, sambil mengangkat potret Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, pemimpin Republik Islam Iran yang gugur syahid, serta Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah yang juga gugur syahid, bersama tokoh-tokoh lain yang telah wafat.

Perayaan tersebut berlangsung setelah pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengonfirmasi bahwa Amerika telah menerima proposal gencatan senjata 10 poin dari Iran.

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa sebagian besar isu yang diperselisihkan antara Amerika Serikat dan Iran telah diselesaikan, dan periode gencatan senjata selama dua minggu akan membuka jalan bagi perundingan lanjutan.

Kesepakatan ini menjadi momen penting dalam perang yang berlangsung sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran dengan membunuh sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ayatollah Khamenei.

Setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai, Perlawanan Islam di Irak mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan serangan terhadap target-target Amerika dan Israel selama dua minggu.

Upaya heroik kelompok-kelompok perlawanan Irak selama perang 41 hari tersebut menjadi bukti kuat dari ikatan yang tidak terputus antara rakyat Irak dan Iran.

Ketika pihak musuh berusaha melemahkan kedaulatan Iran dan mengganggu stabilitas kawasan, kelompok perlawanan Irak bangkit menunjukkan solidaritasnya terhadap Republik Islam dengan melancarkan serangan presisi terhadap instalasi militer Amerika serta target yang terkait dengan Israel di Irak dan wilayah lainnya.

Tindakan tersebut tidak hanya dianggap sebagai bentuk pembelaan langsung terhadap hak sah Iran untuk mempertahankan diri, tetapi juga sebagai penolakan terhadap kekuatan imperialis asing yang selama ini berusaha mengendalikan kawasan Asia Barat.

Sepanjang perang yang disebut sebagai perang teror tersebut, rakyat Irak—seperti halnya saudara-saudara mereka di Iran—tetap teguh dalam komitmen mereka terhadap perjuangan keadilan. Mereka menunjukkan keberanian luar biasa, dengan para pejuang perlawanan dari berbagai kelompok Irak memberikan kerugian signifikan kepada pihak musuh.

Dukungan terhadap pembelaan Iran selama perang 41 hari itu juga memicu demonstrasi besar-besaran di Irak, di mana masyarakat secara luas menunjukkan solidaritas mereka terhadap Iran, khususnya dalam aksi unjuk rasa besar di Baghdad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *