Wakil Menteri Luar Negeri Iran: Trump Lebih Pahami Bahasa Kekuatan

AS gagal

Tehran, Purna Warta – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai Iran semakin membenarkan sikap Tehran bahwa mereka harus membalas setiap tindakan intimidasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Dalam unggahan di akun X miliknya pada Rabu, Gharibabadi menyatakan bahwa komentar Trump yang dinilainya menghina dan mengancam Iran, yang disampaikan dalam pertemuan para pemimpin NATO di ibu kota Turki, Ankara, pada hari yang sama, membuktikan bahwa kebijakan Trump terhadap Iran telah gagal.

“Dalam pernyataannya hari ini, mulai dari penghinaan terhadap bangsa Iran hingga ancaman untuk melancarkan serangan lebih lanjut, Trump tidak menunjukkan kekuatan, melainkan mengakui kegagalan kebijakan yang selama bertahun-tahun dibangun di atas penggunaan kekuatan, sanksi, dan ancaman, namun gagal memaksa bangsa Iran bertekuk lutut,” tulisnya dalam unggahan berbahasa Persia.

Dalam pertemuan NATO tersebut, Trump menyebut rakyat Iran sebagai “sampah” (scum) dan “orang-orang yang sakit” (sick people), serta menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata telah “berakhir”.

Pernyataan Trump itu disampaikan setelah kembali terjadi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia, meskipun kedua negara telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada bulan lalu yang bertujuan mengakhiri sepenuhnya agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Iran menyalahkan Amerika Serikat atas meningkatnya kembali ketegangan tersebut, dengan menuduh Washington berulang kali melanggar ketentuan gencatan senjata, termasuk tidak mematuhi klausul dalam perjanjian yang memberikan hak kepada Iran untuk mengatur pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur perairan yang sangat penting bagi lalu lintas energi dunia.

Gharibabadi mengatakan bahwa pernyataan Trump yang menurutnya menunjukkan keputusasaan membuktikan bahwa satu-satunya cara menghadapi Trump adalah dengan menggunakan kekuatan.

“Trump yang kriminal dan pembunuh harus diajak berbicara dengan bahasanya sendiri; tampaknya ia lebih memahami bahasa kekuatan!” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *