Teheran, Purna Warta – Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran untuk Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabad, mengatakan kunjungannya ke Afghanistan bertujuan untuk membahas beberapa isu sensitif, termasuk kerja sama perbatasan, sumber daya air bersama, dan urusan peradilan.
Baca juga: Iran: Tindakan pemaksaan sepihak menghambat kerja sama internasional dalam memerangi kejahatan
Gharibabadi mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) setibanya di Kabul bersama delegasi pada hari Minggu. Ia mengatakan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari kebijakan regional Teheran dan sejalan dengan perluasan kerja sama bilateral.
Wakil Menlu Iran tersebut menekankan bahwa pertemuannya dengan para menteri dan pejabat Afghanistan akan secara khusus berfokus pada isu-isu perairan, perbatasan, dan peradilan, serta terdapat peluang kerja sama antara kedua negara di bidang-bidang ini.
Iran dan Afghanistan telah lama berselisih mengenai hak atas air Sungai Helmand, pengelolaan perbatasan bersama, dan isu warga negara Afghanistan yang tinggal secara ilegal di Iran.
Menyambut delegasi Iran, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Afghanistan, pelaksana tugas pemerintah, menekankan pentingnya kunjungan tingkat tinggi antara kedua negara tetangga.
Amir Khan Muttaqi menyatakan optimisme bahwa Iran dan Afghanistan, dengan sejarah bersama dari masa lalu, akan meningkatkan kerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Baca juga: Pakistan Finalisasi FTA dengan Iran
Kemudian pada hari yang sama, Gharibabadi bertemu dan berbincang dengan Shamsuddin Shariati, kepala pengawasan dan pelaksanaan dekrit dan perintah. Mereka bertukar pandangan tentang kerja sama hukum dan peradilan antara kedua negara.
Dalam pertemuan ini, kesepahaman juga dicapai mengenai pemindahan narapidana dan ekstradisi penjahat, serta hak konsuler warga negara Iran yang ditahan di penjara Afghanistan.


