Tehran, Purna Warta – Ketua Persatuan Ulama Perlawanan Dunia memuji Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, atas komitmen seumur hidupnya terhadap Poros Perlawanan (Axis of Resistance). Ia menyatakan bahwa dukungan Khamenei menjadi faktor utama yang memperkuat ketangguhan rakyat Palestina dalam menghadapi agresi Israel.
“Tidak diragukan lagi bahwa persoalan Palestina merupakan perhatian besar bagi Pemimpin Syahid tersebut, dan dukungannya terhadap front perlawanan memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan bangsa Palestina. Tanpa dukungan seperti itu, keteguhan heroik dan perlawanan sengit rakyat Palestina tidak akan terbentuk, baik di Gaza maupun di Tepi Barat yang diduduki,” ujar Syekh Maher Hammoud pada Rabu.
Ia menggambarkan Ayatullah Khamenei sebagai seorang pemimpin yang menginspirasi dan menempatkan Palestina pada posisi yang semestinya, baik dalam aspek keimanan, wawasan politik, maupun pemahaman peradaban tentang Islam dan dunia Muslim.
“Sebagaimana pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini (semoga damai tercurah kepadanya), menyebut Israel sebagai ‘tumor kanker’, Pemimpin Syahid Revolusi Islam menegaskan bahwa front perlawanan didasarkan pada prinsip bahwa Israel adalah entitas perampas yang harus dihapuskan. Sikap ini lahir dari pemahaman yang benar terhadap ajaran Al-Qur’an dan prinsip-prinsip dasar Islam.”
Menurutnya, almarhum Ayatullah Khamenei menempatkan Palestina sebagai prioritas utama dan menjalankan banyak inisiatif serta langkah nyata yang hingga kini belum banyak diketahui publik.
Ketua Persatuan Ulama Muslim Dunia itu juga mengatakan bahwa Pemimpin Syahid tersebut selama bertahun-tahun menekankan pentingnya persatuan kekuatan-kekuatan politik dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
Syekh Hammoud menyatakan bahwa Ayauollah Khamenei berulang kali memperingatkan bahwa berbagai konspirasi Washington dan rezim Tel Aviv pada dasarnya bertujuan merampas kekayaan nasional negara-negara Muslim serta mencabut kedaulatan mereka dalam mengambil keputusan.
“Semboyan persatuan umat Islam terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah seruan untuk mendekatkan berbagai mazhab fikih serta mengatasi berbagai hambatan yang menyebabkan perpecahan di antara mazhab-mazhab tersebut. Bagian kedua adalah upaya mempersatukan umat Islam di sekitar persoalan-persoalan yang tidak diperselisihkan, yang juga ditekankan oleh Al-Qur’an dan Nabi Muhammad.”
Syekh Hammoud juga menyoroti dukungan Ayatullah Khamenei terhadap Poros Perlawanan dan jihad melawan musuh. Ia menyatakan bahwa Pemimpin Syahid tersebut berulang kali menegaskan bahwa setiap bangsa yang meninggalkan jihad akan menjadi bangsa yang terhina.
Amerika Serikat dan Israel membunuh Ayatullah Khamenei dalam serangan terkoordinasi di Tehran pada awal perang agresi selama 40 hari terhadap Republik Islam Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Pembunuhan tersebut memicu kecaman luas dari Iran dan para sekutunya, sementara jutaan warga Iran serta para pendukung Poros Perlawanan di seluruh kawasan berduka atas kesyahidan beliau.


