Damaskus, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran menggambarkan hubungan antara Teheran, Baghdad dan Damaskus sebagai hubungan strategis dan mengatakan bahwa Iran dan Suriah telah mengambil langkah besar dalam memerangi terorisme ekonomi.
Selama kunjungan resmi pertamanya sebagai Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Hussein Amir Abdollahian berangkat ke Baghdad dan kemudian ke Damaskus. Di Damaskus, Amir Abdollahian bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk membahas perkembangan hubungan bilateral dan beberapa isu regional.
Hussein Amir Abdollahian, tentang pertemuannya dengan rekannya dari Suriah di Damaskus, mengatakan: Kami melakukan percakapan yang sangat bermanfaat dengan saudara saya yang terkasih, Bapak Faisal Mekdad tentang memperluas dan memperkuat hubungan kami sebanyak mungkin. Kedua negara sedang menyusun rencana untuk pengembangan aktif kerja sama ekonomi dan perdagangan untuk melawan sanksi yang menindas dari para musuh.
Fokus terpenting dari pertemuan Menteri Luar Negeri Iran dengan timpalannya dari Suriah adalah pengembangan ekonomi dan strategi melawan terorisme ekonomi terhadap kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, al-Mekdad menekankan perlunya menciptakan peluang bagi pembangunan ekonomi dan industri antara kedua negara setelah kemenangan kedua belah pihak atas terorisme dan sanksi.
Faisal Mekdad mengatakan: Perlawanan Iran dan Suriah, dan siapa pun yang berusaha untuk mencapai keadilan dan kebebasan serta mempertahankan kemerdekaannya, pada akhirnya akan mengalahkan terorisme dan membuktikan bahwa tidak ada yang dapat meragukan kemampuan kita.
Masuknya Iran-Suriah ke dalam fase baru hubungan perdagangan dan ekonomi dalam kerangka rencana praktis akan melukiskan realitas baru bagi kedua negara dan akan membuka jalan untuk mengatasi sanksi hingga mereka menjadi mandiri.


