Trump Akan Hapus Pemerintahan Julani dari Daftar Negara Pendukung Terorisme; Sinyal Pelonggaran Sanksi terhadap Suriah

Jolani

Washington, Purna Warta  – Pemerintah Amerika Serikat berencana menghapus pemerintahan transisi Suriah saat ini dari daftar negara pendukung terorisme. Demikian dilaporkan kantor berita Reuters.

Menurut laporan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu memberi tahu Presiden transisi Suriah Ahmed al-Sharaa bahwa Washington telah memutuskan untuk mencabut status Suriah sebagai negara pendukung terorisme menurut klasifikasi Amerika Serikat.

Keputusan ini diambil meskipun Ahmed al-Sharaa sebelumnya merupakan pemimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang memiliki hubungan dengan jaringan Al-Qaeda, dan lebih dikenal dengan nama samaran Abu Mohammad al-Julani.

Dalam surat yang dilihat Reuters, Trump menulis kepada al-Sharaa:

“Saya telah berjanji untuk menghapus seluruh hambatan yang menghalangi rekonstruksi negara Anda, dan dalam waktu dekat Anda akhirnya akan dapat mewujudkannya.”

Trump juga menyatakan:

“Kami memiliki perusahaan-perusahaan Amerika yang siap berinvestasi di Suriah dan membantu menjadikan negara Anda lebih besar dan lebih makmur daripada sebelumnya.”

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan surat tersebut disampaikan kepada Ahmed al-Sharaa setelah pertemuan kedua pihak di Ankara pada Rabu.

Trump mengatakan bahwa ia telah memberitahukan keputusan tersebut kepada Kongres Amerika Serikat. Sesuai prosedur, Kongres akan menjalani masa peninjauan selama 45 hari sebelum keputusan itu dapat diberlakukan secara resmi.

Status sebagai negara pendukung terorisme selama ini menyebabkan Suriah dikenai berbagai pembatasan, termasuk terhadap bantuan luar negeri Amerika Serikat, ekspor perlengkapan pertahanan, serta sejumlah transaksi keuangan tertentu.

Bulan lalu, Trump juga menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengakhiri rezim sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah, sehingga membuka jalan bagi negara tersebut untuk kembali terhubung dengan sistem keuangan internasional.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan Arab Saudi tengah menyiapkan investasi bernilai miliaran dolar sebagai bagian dari dukungan Riyadh terhadap proses rekonstruksi Suriah. Negara-negara Teluk lainnya juga telah menjanjikan bantuan finansial bagi negara tersebut.

Trump pada Rabu turut memuji Ahmed al-Sharaa, yang sebelum memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda pada 2016 pernah menjadi komandan Jabhat al-Nusra di Suriah. Pada akhir 2024, al-Sharaa kemudian memimpin koalisi kelompok-kelompok pemberontak Islamis yang berhasil menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.

Trump juga memuji langkah-langkah yang diambil pemerintahan al-Sharaa dalam menghadapi kelompok ISIS di kawasan.

“Dia dihormati oleh semua pihak, termasuk oleh saya sendiri,” ujar Trump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *