Spesialis Sel Punca Iran Selamatkan 2.000 Anak dari Penyakit yang Mengancam Jiwa

save

Tehran, Purna Warta – Para dokter dan spesialis Iran melalui transplantasi sel punca telah memberikan kesempatan hidup baru kepada lebih dari 2.000 anak yang menderita penyakit parah dan mengancam jiwa. Sejumlah pasien yang telah kehabisan pilihan pengobatan lainnya bahkan berhasil dipulihkan hingga dapat menjalani kehidupan normal.

Para spesialis tersebut telah berhasil menangani lebih dari 70 jenis penyakit serius pada anak melalui transplantasi sel punca hematopoietik, menurut Dr. Amir Ali Hamidieh, Kepala Pusat Inovasi Sel Punca dan Pengobatan Regeneratif sekaligus Kepala Departemen Transplantasi Pediatrik di Tehran’s Children’s Medical Center.

Hamidieh mengatakan timnya telah bekerja di bidang kelainan darah dan kanker pada anak selama lebih dari dua dekade, dengan fokus khusus pada transplantasi sel punca hematopoietik.

“Saya telah bekerja menangani kelainan darah, kanker, dan penyakit serius pada anak selama 25 tahun, dan selama sekitar 20 tahun saya secara khusus berfokus pada transplantasi sel punca hematopoietik,” ujar Hamidieh.

Ia menambahkan bahwa timnya telah melakukan lebih dari 2.000 transplantasi sel punca pada anak-anak yang menderita berbagai jenis penyakit serius.

“Lebih dari 2.000 transplantasi telah dilakukan di bidang pediatrik, mencakup sekitar 70 jenis penyakit serius yang pasiennya dirujuk kepada kami,” katanya.

Menurut Hamidieh, penyakit-penyakit tersebut terbagi ke dalam enam kategori utama, yaitu kelainan darah ganas, kelainan darah non-ganas yang mengancam jiwa, defisiensi imun bawaan, penyakit metabolik, tumor padat, dan penyakit autoimun.

Anak-anak dirujuk untuk menjalani transplantasi dari berbagai subspesialisasi pediatrik, termasuk imunologi, reumatologi, hematologi, onkologi, neurologi, dan endokrinologi, katanya.

Hamidieh menambahkan bahwa transplantasi sel punca juga dapat memberikan harapan kepada pasien yang telah kehabisan pilihan pengobatan konvensional.

“Banyak pasien yang telah menjalani seluruh pengobatan yang tersedia dan peluang hidupnya dianggap nol juga dapat diselamatkan dan dikembalikan kepada kehidupan,” ujarnya.

Ia juga menekankan semakin pentingnya penyuntingan genom (genome editing) sebagai teknologi yang akan membentuk masa depan kedokteran, bersama dengan kecerdasan buatan dan teknologi kuantum.

“Tiga teknologi akan membentuk masa depan dunia: kecerdasan buatan, penyuntingan genom, dan teknologi kuantum. Penyuntingan genom merupakan bagian dari tanggung jawab kami, dan pentingnya teknologi ini bagi masa depan Iran tidak kalah dengan kecerdasan buatan,” kata Hamidieh.

Pengembangan transplantasi sel punca pediatrik di Iran bermula pada 2007, ketika unit transplantasi sel punca pediatrik pertama yang terpisah dan independen di negara itu didirikan di Universitas Ilmu Kedokteran Tehran.

Kinerja unit tersebut pada tahun-tahun awal membantu Iran memperoleh pengakuan internasional di bidang ini dan menjadi anggota organisasi serta jaringan transplantasi internasional di Asia, Oseania, dan Amerika.

Departemen Transplantasi Pediatrik di Tehran’s Children’s Medical Center mulai menjalankan kegiatannya pada 2017.

Sejak saat itu, Iran berkembang menjadi salah satu pusat regional untuk ilmu sel punca dan pengobatan regeneratif. Para spesialis Iran terus memperluas penggunaan terapi berbasis sel yang canggih untuk anak-anak yang menderita penyakit yang mengancam jiwa dan sulit diobati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *