Tehran, Purna Warta – Kementerian Intelijen Iran mengumumkan pembongkaran tiga sel operasional milik kelompok teroris Takfiri di wilayah tenggara negara itu. Sembilan teroris ditangkap, sementara tiga lainnya tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin, kementerian tersebut mengatakan bahwa departemennya di Provinsi Sistan dan Baluchestan telah membongkar “sel-sel terorganisasi dan siap beroperasi milik kelompok-kelompok teroris Takfiri yang berafiliasi dengan musuh Amerika-Zionis” ketika mereka memasuki negara tersebut dan sebelum sempat melakukan tindakan sabotase atau terorisme.
Kementerian menyebut pemantauan intelijen sebelumnya serta informasi yang diberikan masyarakat sebagai faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan operasi tersebut.
Menurut pernyataan itu, tiga teroris tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan, sementara sembilan lainnya ditangkap. Kementerian mengatakan para tersangka yang ditangkap telah menjalani pelatihan militer, pembuatan bom, dan pembunuhan di luar Iran sebelum memasuki negara tersebut secara diam-diam.
Sejumlah besar senjata dan amunisi militer juga ditemukan dan disita dari para tersangka yang ditangkap.
Sejumlah Besar Senjata Disita di Iran Tengah
Secara terpisah, Komandan Kepolisian Provinsi Isfahan, Brigadir Jenderal Abdolvahhab Hassanvand, mengumumkan penyitaan 75 pistol militer beserta magasin yang sesuai, serta 74 magasin tambahan dalam sebuah operasi kepolisian di Kabupaten Na’in, Provinsi Isfahan, Iran tengah.
Menjelaskan operasi tersebut, Hassanvand mengatakan bahwa petugas kepolisian yang melakukan pemantauan di jalan-jalan kabupaten tersebut mencurigai sebuah kendaraan pikap dan memerintahkan pengemudinya untuk berhenti.
Menurut komandan kepolisian tersebut, pengemudi mengabaikan perintah itu, mempercepat kendaraan, dan berusaha melarikan diri. Hal tersebut mendorong petugas untuk melakukan intervensi dan menghentikan kendaraan tersebut.
Hassanvand mengatakan bahwa pengemudi kemudian meninggalkan kendaraannya dan melarikan diri dengan memanfaatkan kegelapan serta kondisi setempat untuk menghindari kejaran petugas. Polisi kemudian menggeledah kendaraan pikap yang ditinggalkan tersebut dan menemukan senjata serta amunisi, katanya.
Kepala Kepolisian Isfahan tersebut lebih lanjut menegaskan bahwa aparat penegak hukum akan bertindak tegas dan tanpa toleransi terhadap para penyelundup senjata, individu yang berupaya mengganggu ketertiban dan keamanan publik, serta pihak-pihak yang berusaha memfasilitasi kejahatan kekerasan dengan mengangkut dan mendistribusikan senjata.


