Teheran, Purna Warta – Identitas dan gambar pilot Israel yang terlibat dalam perang paksa 12 hari dan serangan udara terhadap Iran baru-baru ini terungkap untuk pertama kalinya. Para pilot ini secara langsung berpartisipasi dalam serangan udara brutal rezim Zionis Israel selama perang 12 hari tersebut.
Baca juga: Araqchi: Iran dan Jepang Dapat Memimpin Gerakan Global Hapus Senjata Pemusnah Massal
Serangan mereka menargetkan wilayah permukiman, yang mengakibatkan banyak warga Iran gugur dan terluka. Pengungkapan ini muncul tak lama setelah operasi siber besar-besaran yang dilakukan oleh kelompok peretas anti-Israel CyberIsnaadFront.
Kelompok tersebut mengumumkan pada akhir Juli bahwa mereka telah berhasil menyusup ke fasilitas manufaktur UAV dan MAV Israel bernama SADNAT. Lebih dari 3 terabyte data rahasia berhasil diekstraksi, dan jalur produksi pun terganggu.
SADNAT adalah pemasok utama peralatan udara-militer bagi tentara rezim Zionis dan bekerja sama erat dengan perusahaan-perusahaan seperti Rafael, Elbit Systems, Israel Aerospace Industries, Boeing, dan Orbit.
Baca juga: Iran Nyatakan Kemampuan Pengayaan Uraniumnya Masih Utuh, Peringatkan AS terhadap Agresi Militer
Dalam sebuah pernyataan, CyberIsnaadFront menyatakan telah memperoleh dokumen desain rahasia dan data taktis yang digunakan dalam pembunuhan para komandan perlawanan.
Mereka berjanji untuk membagikan informasi ini dengan negara-negara sekutu perlawanan untuk memblokir kejahatan Israel lebih lanjut. Kelompok ini memulai operasinya tiga bulan lalu sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Gaza dan sejak itu telah melancarkan berbagai serangan siber terhadap target-target industri militer Israel.


