SDF: Elemen Julani Langgar Gencatan Senjata Suriah

Qasad

Damaskus, Purna Warta – Dalam sebuah pernyataan resmi, SDF menegaskan bahwa elemen-elemen rezim Julani telah melancarkan serangan terhadap posisi mereka di sejumlah wilayah.

Menurut laporan Kantor Berita Russia Today Arabic (Russia al-Youm), Pusat Informasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menyatakan bahwa meskipun pelaksanaan gencatan senjata telah dimulai secara resmi, elemen-elemen yang berafiliasi dengan rezim Julani masih terus melakukan tindakan berbahaya terhadap warga sipil di wilayah Jazira dan Kobani. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran langsung terhadap ketentuan gencatan senjata serta ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan.

Dalam pernyataannya, SDF menyebutkan bahwa elemen Julani melancarkan serangan menggunakan kendaraan lapis baja terhadap poros al-Jalabiya di tenggara Kobani. Namun, serangan tersebut berhasil digagalkan setelah mendapat perlawanan dari pasukan SDF.

Serangan dilaporkan berlanjut hingga siang hari kemarin, dengan desa-desa Zark dan al-Qasimiya menjadi sasaran. Artileri rezim Julani menembaki desa al-Qasimiya, yang mengakibatkan tewasnya seorang anak dan melukai tiga orang lainnya. Selanjutnya, serangan pesawat nirawak juga dilaporkan menyasar sebuah desa di sekitar kota Karaki Lakki.

Perkembangan Terkait

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, militer Suriah dalam pernyataan terbarunya menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengkaji berbagai opsi lapangan untuk mengambil tindakan terhadap pasukan SDF.

Sebelumnya, pada Selasa sore, Kementerian Pertahanan Suriah mengumumkan telah tercapai kesepakatan gencatan senjata selama empat hari dengan pasukan SDF. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang selama 15 hari, dengan tujuan meredakan eskalasi militer dan menjaga stabilitas di wilayah Suriah utara.

Namun, tuduhan saling melanggar gencatan senjata antara kedua pihak menimbulkan kekhawatiran akan rapuhnya kesepakatan tersebut serta potensi meningkatnya kembali konflik bersenjata di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *