Saraya al-Quds Puji Kinerja Epik Angkatan Bersenjata Iran

Iraqi

Tehran, Purna Warta –  – Saraya al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina, memuji kinerja epik Angkatan Bersenjata Iran di Isfahan, yang menurut mereka “menghancurkan pasukan Trump di pasir gurun dan menembak jatuh sejumlah pesawat canggihnya”.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu, Saraya al-Quds juga memuji serangan roket berturut-turut yang terkoordinasi antara kekuatan perlawanan di Iran, Yaman, Irak, dan Lebanon, yang menurut mereka disambut dengan sorak-sorai di Palestina.

Sayap militer Jihad Islam menekankan bahwa tahanan Palestina yang gagah berani adalah pahlawan dan pejuang tanah yang dijajah, dan memiliki hak suci untuk melawan pendudukan. Mereka menyoroti pengesahan undang-undang hukuman mati bagi para tahanan oleh musuh sebagai bukti agresi menyeluruh yang memerlukan pembelaan segera.

Mengenai Masjid Al-Aqsa, Saraya al-Quds menegaskan bahwa musuh mencoba memanfaatkan situasi tegang di kawasan untuk menguasai Al-Aqsa, mencegah pelaksanaan ibadah, dan membiarkan pemukim ekstremis menodainya serta melakukan penyembelihan hewan kurban di halaman masjid. Mereka memperingatkan bahwa pelanggaran ini bisa menjadi “ledakan besar” yang efeknya akan kembali kepada musuh, sambil menyerukan warga Tepi Barat dan Yerusalem untuk membela Al-Aqsa dengan segala cara.

Dalam konteks poros perlawanan, Saraya al-Quds menegaskan bahwa kekuatan dan arogansi agresi AS-Israel hancur di hadapan serangan kuat Iran dan front perlawanan. Mereka kembali memuji kinerja epik Angkatan Bersenjata Iran di Isfahan yang menghancurkan pesawat AS dan mendukung serangan roket berturut-turut yang terkoordinasi antara Iran, Yaman, Irak, dan Lebanon.

Saraya al-Quds juga mengapresiasi serangan mematikan yang dilancarkan Hezbollah terhadap pasukan musuh di perbatasan Lebanon, termasuk penghancuran kendaraan, markas, dan konsentrasi musuh, serta serangan roket presisi yang menargetkan wilayah dalam Palestina yang diduduki. Menurut mereka, tindakan Hezbollah mengacaukan perhitungan musuh dan membuatnya bingung.

Selain itu, Saraya al-Quds menyampaikan penghormatan kepada para juru bicara militer dari poros perlawanan, termasuk Kolonel Ibrahim Zu al-Faqari dari Markas Khatam al-Anbiya’ Iran, dan Brigadir Jenderal Yahya Sarea dari Angkatan Bersenjata Yaman, serta semua juru bicara front perlawanan yang menangkis narasi agresor dan menegakkan kebenaran di hadapan dunia. Mereka menegaskan bahwa prestasi para pejuang di medan tempur membongkar propaganda Zionis terkait “Tanah Janji” dan “Israel Raya” yang kini tidak mampu lagi melindungi perbatasannya.

Pernyataan Saraya al-Quds ditutup dengan tegas, menyatakan bahwa era ancaman dan penindasan telah berakhir, dan umat mulai mengenali musuhnya serta ambisinya. Mereka menegaskan bahwa Trump, Netanyahu, dan para pendukungnya adalah “anak-anak kegelapan” yang akan dihapus oleh generasi pejuang Islam yang mencintai kebaikan dan perdamaian bagi dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *