Baghdad, Purna Warta – Sebuah media Irak, mengutip sumber Suriah, mengungkap tujuan yang disebut berbahaya dari kunjungan Tom Barrack, utusan khusus Amerika Serikat untuk Irak dan Suriah, yang dikaitkan dengan sebuah rencana terorisme yang disebut telah disiapkan untuk Lebanon dan kawasan.
Baca juga: Times of Israel: 72 Warga Israel Didakwa Terkait Aktivitas Spionase untuk Iran
Menurut laporan Al-Maalomah, seorang sumber Suriah menyatakan bahwa kunjungan Tom Barrack ke Irak bertujuan untuk meminta pemerintah Baghdad mencegah kelompok-kelompok perlawanan Irak melakukan intervensi apabila kelompok-kelompok teroris melancarkan serangan terhadap Lebanon.
Sebagaimana dikutip oleh IRNA, sumber yang identitasnya tidak disebutkan oleh Al-Maalomah itu menambahkan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis mengawasi sejumlah kamp pelatihan kelompok teroris di berbagai wilayah Suriah, termasuk kamp Al-Tala’i di Tartus serta kamp-kamp lain di kawasan Al-Qastal dan Provinsi Homs.
Menurut sumber tersebut, jumlah anggota yang menjalani pelatihan di kamp-kamp tersebut melebihi 25.000 orang. Ia juga mengklaim bahwa sejumlah besar anggota kelompok teroris berada di wilayah Akkar serta kawasan Al-Qasr di Provinsi Homs.
Sumber itu menegaskan bahwa perkembangan di Suriah, Lebanon, dan Irak saling berkaitan sebagai bagian dari sebuah proyek yang lebih luas yang didukung dan diawasi oleh pihak-pihak asing. Ia juga mengungkap adanya berbagai pergerakan serta dukungan logistik dan finansial yang bertujuan memperkuat aktivitas kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Lebanon.
Kepada Al-Maalomah, sumber tersebut menyatakan bahwa Raghad Saddam, putri mendiang mantan Presiden Irak Saddam Hussein, telah menyediakan dana sebesar satu miliar dolar AS untuk membiayai kelompok-kelompok teroris di Suriah, Irak, dan Lebanon.
Sumber itu menambahkan bahwa pendanaan untuk kegiatan yang ditujukan terhadap Lebanon dan kelompok-kelompok perlawanan tidak hanya melibatkan putri Saddam. Menurutnya, seorang perantara asal Inggris bernama John Tenn juga turut terlibat dalam pendanaan tersebut.
Ia menegaskan bahwa aspek paling penting dari perkembangan saat ini adalah keterkaitan situasi di Suriah, Lebanon, dan Irak yang disebut merupakan bagian dari sebuah proyek yang lebih besar, yang dijalankan dengan dukungan, pendanaan, dan pengawasan dari pihak-pihak asing.


